Bupati Trenggalek Sampaikan Permintaan Maaf Belum Bisa Menggelar Sekolah 

123 0

Trenggalek,Infobanua.co.id – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin  sampaikan permintaan maafnya belum bisa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hal ini disampaikan oleh Bupati muda ini saat menyampaikan sambutannya dalam Salat Idul Adha di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek,Jum’at (31/7/2020) kemarin.

Menurutnya, belum diselenggarakannya kegiatan belajar mengajar di sekolah ini dikarenakan terbentur dengan regulasi peraturan yang berlaku. “Sebagaimana kita ketahui hanya zona hijau saja yang bisa menyelenggarakan sekolah, sedangkan di Trenggalek bukan zona hijau,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Ipin tersebut.

Ditambahkan Suami Novita Hardini ini, “untuk madrasah silahkan, karena sudah sesuai dengan surat keputusan bersama menteri,” lanjutnya.

Merujuk pernyataan ini, kelihatannya sistem belajar mengajar untuk siswa sekolah tetap akan dilakukan secara daring sampai dengan ada ketentuan baru dari pemerintah pusat.

Apalagi kasus Covid 19 di Kabupaten Trenggalek kian bertambah. Update sampai dengan 30 Juli, sudah ada 90 kasus Covid di Kabupaten yang terkenal dengan pantainya ini.

Totok Rudijanto, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Trenggalek, membenarkan pernyataan Bupati Trenggalek tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek ini sudah mengacu kepada SKB 4 Menteri.

“hanya daerah zona hijau saja yang diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka,” ungkap Totok.

Sedangkan untuk zona kuning, oranye dan merah belum diperkenankan karena masih beresiko penyebaran Covid. Keputusan ini diambil, karena Pemerintah Kabupaten Trenggalek tidak ingin ada cluster sekolah di Trenggalek.

Untuk pembelajaran di Trenggalek sendiri dilaksanakan secara daring, sedangkan untuk daerah yang tidak terjangkau internet bisa dilakukan secara tatap muka namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, jelas Totok.

Sedangkan untuk SMP, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mencoba memfasilitasi murid yang tidak memiliki perangkat dengan meminjami perangkat di sekolah. Namun jumlahnya peralatan tersebut juga masih cukup terbatas. Meskipun di sekolah, proses belajar mengajar juga tidak dilakukan secara tatap muka.

Pembelajaran secara tatap muka bisa digelar bilamana Trenggalek sudah menjadi zona hijau. Dengan begitu pemerintah kabupaten bisa mengajukan rekomendasi kepada kepada daerah, satuan pendidikan sudah siap untuk sarana protokol kesehatan dan harus ada  surat persetujuan orang tua, diperbolehkan untuk proses pembelajaran secara tatap muka, jelas Kadisdikpora ini.

penulis : Sarno

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com