Desember 2020, Festival Tegal Bahari Jazz se-Asia Pasific Akan Digelar di Kota Tegal

170 0

TEGAL, infobanua.co.id – Festival Tegal Bahari Jazz (FTBJ) se-Asia Pasific segera dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. FTBJ yang rencananya akan diselenggarakan pertengahan Desember 2020 mendatang, diklaim sebagai festival pertama di Indonesia di pantai yang diselenggarakan di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal.

Berbagai dukungan datang kepada Pemkot Tegal sebagai penyelenggara FJB. Salah satunya diberikan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin bersama tim dan Panitia Penyelenggara yang telah berpengalaman melaksanakan berbagai Festival Jazz di Indonesia. Seperti Festival Jazz di Atas Awan di Dieng, Ijen dan Festival Jazz Prambanan.

Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., yang mendampingi Ali Mochtar Ngabalin dan timnya mulai dari TPI Kota Tegal hingga PAI Kota Tegal menyebut kedatangan Tenaga Ahli Utama KSP yang juga telah diangkat sebagai Ketua Penasihat FJB merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai hal yang menjadi program pembangunan Kota Tegal. Salah satunya kedatangan mereka bertujuan untuk mereview persiapan pelaksanaan FJB.

“Pertama, persiapan  FTBJ  se-Asia Pasific yang akan diselenggarakan di Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal pada pertengahan Bulan Desember 2020 mendatang. Jadi mereka mempersiapkan venuenya, bagaimana persiapannya. Ini pertama kali mereka melihat secara global,” tutur Jumadi kepada awak media saat berada di Bumi Perkemahan (Buper) Kota Tegal menemani istirahat Ali Mochtar Ngabalin sambil menikmati kelapa muda bersama tim pada Minggu (09/08/2020).

Kedua, Jumadi menyebut melihat bagaimana nelayan Kota Tegal sudah bergerak. Seperti diketahui pertumbuhan ekonomi nasional turun -5,23 persen, Jawa Tengah -5,94 persen, tapi Kota Tegal masih bergerak positif.

Pertumbuhan ekonomi Kota Tegal dibuktikan dengan komoditas hasil laut seperti cumi tadinya 130 ribu atau kembali normal, transaksi perbankan juga mulai normal, pariwisata sudah mulai normal seperti sebelum pandemic Covid-19.

“Beliau meyakinkan kepada masyarakat Kota Tegal untuk tetap semangat. Salah satunya memberikan support kepada nelayan, para pedagang, untuk sama-sama bergerak meningkatkan ekonomi Kota Tegal,” jelas Jumadi.

Sedangkan yang ketiga, yang disebut Jumadi paling penting, yakni support yang diberikan juga terkait bagaimana Pemkot Tegal mengembangkan pariwisata di Kota Tegal.

“Ini in line dengan Presiden harapkan. Tidak ada cara lain, menghadapi pandemi dengan kesehatan dan ekonomi harus sinergi dan berkolaborasi. Tentu saja kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat seirama. Tidak boleh lagi ada kebijakan yang tidak in line dengan Pemerintah Pusat. Agar kebijakan Presiden menggerakan ekonomi agar berhasil,” ungkap Jumadi yang menyebut untuk meningkatkan ekonomi dimasa pandemi ini tidak ada cara lain kecuali harus fokus meningkatkan perekonomian dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Demikian juga dalam pelaksanaan FTBJ. Jumadi menyatakan protokol kesehatan tetap diterapkan secara ketat. Jumadi optimis protokol kesehatan di era new normal dapat dilaksanakan dengan baik. Sebab, PAI memiliki tempat yang lebar dan luas sehingga protokol kesehatan dengan jaga jarak minimal dua meter dapat dilaksanakan.

Sementara itu, Ngabali menyebut tidak ada Festival Jazz yang pernah dilaksanakan di pantai kecuali akan dilaksanakan di Kota Tegal. “Ini kan top markotop. The best,” sebut Ngabalin yang juga menganggumi Hutan Kota Tegal yang memiliki mangrove terbaik.

Ngabalin juga meminta dukungan pelaksanaan FTBJ karena trade mark Kota Tegal sebagai Kota Bahari. Apalagi dengan dilaksanakan FJB yang direncanakan pertengahan Desember atau kurang lebih tiga bulan mendatang, dengan peningkatan ekonomi yang luar biasa di masa pandemi, perkembangan nelayan juga luar biasa, kita ingin memberikan informasi kepada publik, bahwa ekonomi Tegal itu bisa menjadi barometer bagaimana cara penanganan pandemic Covid-19 dan bagaimana cara meyakinkan masyarakat dengan perkembangan ekonomi yang tumbuh pesat,” ungkap Ngabalin yang menyebut daerah lain kalang kabut saat pandemic, sedangkan Pemkot Tegal mampu meyakinkan bahwa perdagangan dan ekonomi sudah tumbuh dengan baik.

“Ini salah satu kunci yang terbaik memang dari pendekatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Insya Allah saya akan terus menerus datang ke Kota Tegal, bertemu Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” ungkap Ngabalin yang juga mengaku punya “adik laki-laki” di Tegal yakni Komandan Lanal Tegal, Letkol Marinir Ridwan Aziz, M.Tr. hanla., CHRMP. Apalagi Ridwan menjanjikan Ngabalin untuk melihat potensi wisata bahari Kota Tegal terbaik yang mulai dikenal yakni Karang Jeruk. Bahkan Ngabalin juga mengaku dirinya saat ini merupakan orang Tegal yang tinggal di Jakarta.

Menurut EO FTBJ,  Hamka, artis yang akan diundang untuk manggung di FJB merupakan 100 –an artis nasional. Seperti Tompi, Ermy Kulit, SoS, Indra Lesmana, Kahitna.

“Kalau yang lokal ada Deny Caknan, yang nanti lagu-lagunya kita minta buat jazz. Request dari Pak Wali ada Via Vallen,” ungkap Hamka.

Disebutkan Hamka, ciri khas FTBJ dilaksanakan di Pantai. Sementara festival jazz yang telah dilaksanakan di Indonesia dilaksanakan di selain pantai. “Kita memilih satu ikon yang belum pernah di Indonesia yaitu ikon pantai. Kita membuat event ini unik dengan merangkum juga kegiatan UKM se-Pantura, juga kegiatan budaya Tegal yang diekpos, seperti batik yang dibuat fashion show,” ungkap Hamka yang menyebut event tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai pagi dilaksanakan expo dan jazz dilaksanakan mulai sore hari.

Hamka juga berharap artis jazz dari luar negeri seperti Jepang dan Australia bisa datang ke Indonesia mengisi event ini. Tema yang dibawakan di FTBJ  ini merupakan beach, beuty dan fashion. (Hartadi Setiawan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *