KONDISI PENDIDIKAN DI PERBATASAN SELAMA PANDEMI BERLANGSUNG SELALU BERUBAH UBAH

143 0

Nunukan – Kondisi Dunia Pendidikan khususnya daerah perbatasan kabupaten Nunukan dunia pendidikan yang saat ini bahwa sudah memasuki zona hijau tapi beruba lagi masuk zona Kuning

Menurut H.Junaidi SH.Kepala Dinas Pendidikan didampingi Widodo Kabid Pendidikan Dasar Menegah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten nunukan.

Terkait penetapan zona ini adalah penetapan kewenangan Tim Gugus Covid-19 akan tetapi gambaran umumnya bahwa Zona Hijau Tanpa ada kasus sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka dan dua minggu terakhir tidak ada kasus.

Kalau kita mencermati terkait dengan adanya penambahan kasus 2 orang positif saat ini kemungkinan akan berubah tapi upadate datanya seminggu sekali

Kemudian dengan program pelaksanaan pendidikan memang ketika zonanya itu nanti jadi Kuning aturannya masih tetap.

Kita mengacu pada Surat Kesepakatan Bersama (SKB ) Empat Menteri bahwa yang diizinkan untuk buka kelas itu hanya zona hijau, walaupun kita mendapatkan informasi bahwa saat ini lagi di susun atau dirancang sebuah kebijakan di tingkat pusat bahwa direlaksasi untuk dimungkinkan diberikan peluang kepada zona di luar hijau itu bisa buka kelas dengan aturan yang lebih ketat

Tetapi kita masih menunggu kebijakannya disahkan itu mungkin yang perlu kita sampaikan terkait adanya pandemi covid ini dan dampak-dampak pandemi pada dunia pendidikan yang sangat terasa sekali karena di satu sisi pendidikan itu memang hak setiap warga negara, setiap anak-anak Didik kita yang yang ingin menempuh pendidikan.

Dengan adanya Pandemi Covid-19 otomatis ada pembatasan karena kalau tidak dibatasi ini juga akan meningkatkan prevalensi untuk penyebaran virus dengan adanya pembatasan ini maka konsekuensinya logis nya bahwa untuk saat ini yang paling tepat kebijakannya memang (BDR) Belajar Dari Rumah untuk mencegah terjadinya kerumunan di sekolah.

Kemudian pemerintah mengambil kebijakan tentang metode BDR Namun kita juga menyadari bahwa efektivitas pembelajaran dengan metode BDR ini juga dibutuhkan ke kesiapan baik sarana prasarana juga sumber daya manusianya dalam artian sarana prasarananya Penunjang seperti komputer, gadget, jaringan internet dan sebagainya.

Kemudian sumber daya manusianya baik dari sisi gurunya maupun sisi anak-anaknya kalau kemampuan IT gurunya juga tidak memadai maka PDR secara daring juga tidak akan efektif begitu juga sebaliknya, siswanya juga belum tahu cara menggunakan media internet, Android, komputer Ini semua adalah kendala-kendala yang dihadapi ketika metode PDR, Belum lagi masalah belum meratanya atau belum semua wilayah kita ini terjangkau oleh jaringan internet.

dengan metode yang lain pun itu juga bukan tidak mengalami kendala dengan metode daring dan menggunakan teknik offline atau dengan cara misalkan pos guru dan sebagainya juga bukan tanpa kendala.

Widodo Kabid Pendidikan Dasar Menegah finas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten nunukan kalimantan utara

Menurut Widodo dengan ketersediaan jumlah guru kita sangat terbatas tidak mungkin mampu melayani setiap anak kalaupun dikelompokkan ini pun juga membutuhkan waktu karena mereka banyak juga yang tersebar
kecuali mungkin di daerah-daerah perusahaan itu mereka berkelompok jadi gurunya bisa cara efektif langsung datang di perusahaan untuk mengajari.

Saat ditanya tentang Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Bos itu berdasarkan Peraturan undang undang dan Selama Pandami covid-19 berali Fungsi.?

Menurut Widodo payung Hukum Dana BOS ini sudah sangat jelas yang pertama (1) berdasarkan permendikbud No:8 tahun 2020 sebelum Covid itu ditetapkan kedua berdasarkan Permendibud No:19 tahun 2020 tentang perubahan Juknis BOS bahwa dana BOS di masa pandemi ini di relaksasi artinya di Berikan Ruang yang lebih luas kepada sekolah untuk menggunakan dana itu, salah satunya adalah boleh digunakan untuk Pembelian Pulsa Data baik bagi Guru maupun Siswa.

Yang Menjadi catatan ini bukan sesuatu yang harus, dikatakan boleh jadi hukumnya Sunnah ini melihat lagi kondisi keuangan di sekolah Bagaimana dengan sekolah yang kecil atau jumlah muridnya sedikit kalau itu dibelikan pulsa data kepada anak-anak mungkin akan habis.

Bukan hanya sekadar Pulsa Data banyak juga yang dibutuhkan biaya operasional yang dibutuhkan meskipun saat ini Operasional Sekolah tidak berjalan secara normal sehingga mungkin beban listrik, air akan berkurang tetapi ada biaya tertentu yang Meskipun tidak ada pelajaran tetap digaji yang lain.

Perlu dipertimbangkan Pulsa data ini bukan suatu kewajiban tetapi dibolehkan kalau memang ada silakan dianggarkan tetapi tidak realistis sebenarnya kalau menurut dinas Pendidikan kalau itu diberikan ke anak-anak saya yakin dana BOS itu hanya digunakan 1-2 bulan habis semuanya.

Saat ditanya bagaimana kalau suatu wIlayah tidak ada jaringan internet atau siswa tidak punya Hp Hendroid.?

Menurut Widodo bahwa metode yang digunakan jika wilayah yang tidak ada akses internet atau mereka tidak punya HP itu adalah dengan sistem Offline atau luring metode atau teknik yang digunakan adalah dengan modul pembelajaran jadi gurunya itu membuat modul dan modul itu semacam buku-buku ringkasan nanti diberikan kepada siswa diantarkan gurunya
Jika sekolah dekat dengan siswanya.

Kemudian Payung Hukum dana BOS ada kerangka besarnya didalam Juknis No:19/2020 bahwa BOS di bolehkan untuk transportasi, konsumsi, pembuatan modul dan Untuk mengantarkan soal siswa itu boleh melalui jasa kurir itu bisa di bayarkan dari Dana BOS akan tetapi harus Rasional dan di pertanggung jawabkan. Ujar Widodo Kabid pwnsisilan dasar dan Menegah dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten nunukan Propensi Kalimantan Utara.

Amsal Yusuf

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *