Ribuan Keping e-KTP Dimusnahkan Disdukcatpil ‎HSU

49 0

Amuntai – Sebanyak 2. 879 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dimusnahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pemusnahan dengan cara dibakar di halaman Kantor Disdukcatpik ini karena e-KTP sudah rusak dan invalid. Sebelum pembakaran dilakukan, terlebih dahulu ribuan e-KTP dilobangi dengan alat khusus.

Proses pemusnahan tersebut dipimpin Plt. Kepala DisdukcatpilHSU Hj. Ida Rimaliana, S. Sos, MAP bersama Kepala Bidang (Kabid) Pindah Datang dan Pendataan Penduduk Hj. Ida Astuti dan Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil H. Muslim, MAP beserta jajarannya. Malaham pemusnahan disaksikan pula anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HSU Syahril.

Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Disdukcatpil HSU Hj Ida Rimaliana mengatakan pemusnahan blangko KTP elektronik rusak maupun invalid ini mengacu kepada Surat Edara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor : 470.13/1176/SJ tertanggal 13 Desember 2018 tentang penata usahaan E-KTP yang rusak atau invalid.

“Ini acuan kami. Untuk memenuhi SE Mendagri tersebut kami melaksanakan pemusnahan e-KTP dengan cara dibakar,” terangnya.

Ida, begitu ia akrab dipanggil menyebutkan bahwa e-KTP tersebut telah diperiksa. Kemudian dinyatakan rusak atau valid dan tidak diperbolehkan untuk digunakan lagi.

Saat disinggung pemusnahan ribuan keping e-KTP dengan Pemilu tahun 2020 (Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan). Ida dengan tegas membantahnya dan menurutnya sama sekali tidak keterkaitan sedikitpun.

“Pemusnahan ini murni sesuai ketentuan yang berlaku. Kami akan terus melakukan pemusnahan serupa setiap perdua minggu sekali.supaya e-KTP yang rusak atau invalid tidak bertumpuk-tumpuk nantinya,” tegasnya.

Terkait ketersediaan blangko atau kepingan e-KTP di masa pandemi Virus Corona (Covid-19) dan menurutnya cukup berdampak. Namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Disdukcatpil Provinsi Kalsel terkait pengandaan blangko tersebut.

“Untuk pengadaannya sementara pandemi Covid-19 kami berkoordinasi dengan Disdukcapil Provinsi Kalsel. Apabila nanti keadaan sudah mulai normal kembali,  maka kami melakukan pengandaan blangko e-KTP kembali ke pusat,” bebernya.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD HSU Syahril menilai pemusnahan ini sudah sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Bahkan ia memberikan apresiasi dengan sikap Disdukcatpil yang begitu teliti dalam melakukan pemusnahan.

“Tindakan yang tepat. Agar supaya tidak ada e-KTP yang rusak maupun invalid beredar di masyarakat yang bisa disalahgunakan oknom tertentu,” tegas anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) ini.

Fai/IB

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *