Singkirkan Batu Material Di Jalan Tanda Keimanan Seseorang

  • Whatsapp

RANTAU,- Batu material proyek jalan menumpuk di atas badan jalan kabupaten di Desa Banua Hanyar Hulu, Kecamatan Tapin Utara sejak beberapa bulan terakhir sehingga menghambat akses pengendara di ruas jalan.Selasa (11/8).

Paman Salim warga Banua Hanyar mengatakan bahwa batu material banyak menumpuk di atas jalan dan memakan sebagian bahu jalan sehingga jalan menjadi sempit. Itu sudah lama yang rencananya diperuntukan proyek jalan. Ditambahkan rekan disampingnya, “Terkadang pada malam hari, masalah ada beberapa buah batunya yang besar-besar tergugur dari tumpukan hingga menutup badan jalan dan hal ini justru lebih meningkatkan keimanan para pengendara yang terpaksa berhenti mendadak dan mereka harus turun dari kendaraannya untuk singkirkan batu besar menghalangi jalan,”katanya seraya mengisyaratkan ketimbang terjadi musibah.

“Singkirkan batu material menghalangi jalan itu tanda bukti keimanannya seseorang,”katanya.

Apakah hal itu termasuk mengganggu fungsi jalan umum berupa peletakan bahan material di pinggir jalan melanggar Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Binamarga Tapin tak bisa ditemui dan beberapa stafnya saja mengatakan bahwa pihaknya tidak ada sedang melaksanakan proyek pekerjaan di lokasi situ, “Silahkan tanya ke Kades setempat, “katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Drs.Muhammad Noor, M,Ap dikonfirmasi hal itu bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu.
“Tumpukan material batu proyek di badan jalan hendaknya jangan sampai menghambat akses pengendara, dan setidaknya selama masih bisa di lintasi kendaraan yang berlalu lalang tidak jadi persoalan. Selain itu juga, penyelenggara proyek hendaknya pasang papan pengumuman permohonan maaf bahwa akibat tumpukan bahan material itu perjalanan terganggu,”katanya.

Sementara Sekretaris Desa Banua Hanyar Hulu, Ibu Masniathul Mazriah menyatakan permohonan maafnya akibat tumpukan bahan material batu proyek di ruas badan jalan sehingga akses jalan terganggu.

“Ini sudah kami pasang papan pengumuman mohon maaf jalan anda terganggu. Disini kita sudah rutin juga betugas berjaga jika ada batu tumpukan yang tergugur hingga menghalangi badan jalan kita letakan kembali ke tumpukannya,”katanya.

Bahan material batu ini direncanakan untuk pembangunan jalan usaha tani desa Banua Hanyar Hulu antar RT. “Tadinya batu material itu disimpan di perkebunan warga, namun warga banyak yang menolak karena lahan kebun mereka terpakai untuk dilakukan penanaman sesuai periode musim.Karena tak ada tempat lagi untuk menyimpan batu material ini, terpaksa sementara pihak kami menaruh di bahu jalan itu. Dan hal ini sudah melalui konsep struktur perencanaan dan perhitungan melalui musyawarah desa terdiri dari kepala desa, bhabinkamtibmas, warga, hingga kontraktor pelaksana proyek jalan usaha tani,”katanya.

Reporter Nasrullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *