Kejuaraan Menembak Babirik Open 2020

203 0

Amuntai – Memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 75 dan HUT KNPI ke 47 tahun 2020. Persatuan Kepala Desa (Perkades) Kecamatan Babirik bersama DPD KNPI Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Kejuaraan Menembak Babirik Open 2020. Kejuaraan ini memperebutkan trophy DPD KNPI HSU mendapat dukungan spesial Bupati HSU, Kapolres, Ketua KONI dan Disporapar setempat.

‎Kepala Disporapar HSU Fajeri, S. Sos, M. Si menyatakan apresiasi dan terimakasihnya kepada penyelenggara kejuaraan menembak. Secara tegas ia mengharapkan ajang ini menghasilkan atlet yang berprestasi.

“Atas nama pemerintah daerah kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. Mudah mudahan bermanfaat dan menghasilkan atlit yang berprestasi,” ucapnya.

Selanjutnya Ketua Komite Olahraga Koni Nasional Indonesia (KONI) HSU Drs. H. Barkati, MM menginginkan hadirnya sebuah prestasi. Karena menurutnya menembak merupakan cabang yang dilombakan dalam even olahraga.

“Mulai dari Porprov, PON, Asian Game hingg dunia, menembak selalu ada. Hendaknya para peserta kejuaraan ini dapat lebih giat lagi berlatih. Supaya daerah kita memiliki atlet handal dan berkualitas,” terangnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komiten Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HSU Almien Ashar Safari, SKM mengatakan lomba ini menjadi media silaturahmi antar atlit dan antar penembak yang ada di daerah ini. Kemudian kejuaraan ini diharapkan muncul bibit-bibit baru yang handal.

“Selanjutnya para penembak ini ‎dapat dibina agar nantinya bisa mewakili HSU hingga Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu ‎Camat Babirik Harunnurrasyid, SE menjelaskan ‎Kejuaraan Menembak Babirik Open ini terdapat dua kategori, yakni Pompa dan PCP dengan biaya pendaftaran sebesar Rp20.000,-. Untuk kategori pompa ini diikuti sebanyak 49 orang dengan jarak tembak 27 meter. Sedangkan kategori PCP diikuti sebanyak 54 orang dengan jarak tembak 33 meter.

“Waktu untuk kategori pompa 15 menit, untuk PCP selama 10 menit,” terangnya.

Untuk diketahi, ‎sebelum kejuaraan dimulai, para peserta dibekali pengetahun tentang pentingnya menjaga senjata. Terutama sekali ketika senjata itu dibawa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Termasuk tata cara membawa ketika memasuki area tembak maupun sikap saat menembak. Serta memastikan senjata sudah tidak ada peluru  ketika selesai menembak.

Fai/IB

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *