Kejari HSU Eksekusi Terpidana Kasus O2SN 

200 0

Amuntai – Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (13/8) kemaren mengeksekusi terpidana kasus O2SN Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Adalah Drs. H. Muhammad Nizamuddin, M. Sc setelah kasasinya ditolak Mahakamah Agung (MA). Mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari HSU dengan vonis empat tahun. 

Bukan itu saja, pensiunan ini didenda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar. Maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Kemudian terpidana membayar uang pengganti Rp213.753.172.

Ini ditegaskan Kepala Kejari HSU Novian Hadian, SH melalui Kasi Intel ‎Stanislaus Yoseph, SH‎. Menurutnya eksekusi ini dilakukan setelah pihaknya menerima Putusan Kasasi MA perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 87.K/PID.SUS/2015 Jo Nomor 11/Pid.Sus-TPK/2013/PT.BJM Jo Nomor 08/Pid.Sus.TPK/2013/PN.BJM.

“Terpidana kami eksekusi sesuai Putusan Kasasi MA‎, vonisnya empat tahun dan membayar denda serta membayar uang pengganti,” katanya.

Untuk uang pengganti, menurut Yoseph memperhitungkan uang yang sudah dikembalikan dengan ketentuan jika tidak membayar ‎paling lama satu bulan. Maka harta bendanya dapat disita oleh jaksadan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk pengganti maka ditambah dengan pidana selama satu tahun.

“Harus dibayar kepada negara paling lama satu bulan etelah putusan Pengadilan memperoleh kekuatan hukum (inkrah),” tambahnya.

Yoseph menyebutkan sejak kasus O2SN ini berlangsung dengan kerugian negara Rp213.753.172 terpidana tidak pernah ditahan. Berbeda dengan dua rekannya sudah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Amuntai.

“Terpidana ini awalnya dituntut JPU 4, 6 tahun dan di pengadilan Tipikor Banjarmasin di vonis 2 tahun. Kami (JPU) banding dan terpidana (terdakwa) banding juga ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin. Banding ini divonis 1 tahun. Kami kasasi dan dia kasasi juga dan akhirnya terbitlah putusan kasasi dari MA dengan vonis 4 tahun,” terangnya.

Proses eksekusi berlangsung cukup dramatis. Terpidana mengenakan baju hitam, celana jens biru, sendal dan topi hitam. Kemudian  memakai masker sesuai protkol kesehatan Covid-19. Terpidana diantar kendaraan khusus yakni ambulan ke Lapas Kelas IIB Amuntai. ‎

Fai/IB

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *