KB Pria di Kabupaten Blitar, Sedang Ngetren di Kalangan Para Suami

  • Whatsapp
Kantor Dinas PPKBP3A, Kabuaten Blitar, jalan HOS Cokroaminoto 12, Kota Blitar.

Blitar – Sampai akhir diminggu bulan Agustus 2020 ini, jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) Pria, Medis Operatif Pria (MOP) di Kabupaten Blitar, telah melampaui target yang ditentukan. Sampai sekarang sudah mencapai 180 porsen. Ini menandakan bahwa peminat KB Pria di Kabupaten Blitar semakin ngetren dan diminati.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Blitar, Eka Purwanta mengatakan bahwa, peserta KB Pria, yakni Medis Operatif Pria (MOP) di Kabupaten Blitar membludak.

“Sepanjang tahun 2020 ini, kami menargetkan 12 orang yang melakukan KB Pria. Tapi sampai saat ini tercatat sudah ada 22 orang,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Blitar, Eka Purwanta, Rabu 26-08-2020.

Menurutnya, dari 22 pria tersebut, terbanyak dari Kecamatan Ponggok tercatat ada 13 orang, berikutnya Kecamatan Garum 05 orang, Kecamatan Talun 02 orang, dan Kecamatan Kanigoro serta Kecamatan Sanankulon, masing-masing 01 orang.

Terlampauinya target tersebut tidak lepas dari peran semua pihak, utamanya kader, tokoh masyarakat dan agama, serta dukungan dari Pemerintah Daerah.

“Jika tahun lalu, ditargetkan 26 orang. Hingga akhir tahun tercatat ada 28 orang yang melakukan KB Pria. Sebanyak 27 orang dari Kecamatan Kademangan, dan satu orang lagi dari Kecamatan Gandusari,” jlentrehnya.

Selanjutnya Eka, menerangkan, bahwa dengan mengikuti program KB Pria ini, harapannya adalah masyarakat bisa mengatur jarak atau menjarangkan kelahiran. Sehingga mereka bisa mengatur kondisi ekonominya.

Karena tingginya peminat KB Pria ini, juga menandakan adanya kepedulian dari pria atau para suami untuk melakukan KB terhadap dirinya untuk menunda kehamilan dengan pasangannya.

“Mayoritas mereka melakukan atas inisiatif sendiri. Yang muaranya mereka menggunakan biaya sendiri. Namun kita tetap membantu mereka yang benar-benar tidak mampu,” pungkasnya. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *