Kepala Kampung Mokbiran, Diduga Kuat Gelapkan Rp 1,3 M Dana Kampung

  • Whatsapp
Bapak Yosimus Meyaru, KEPALA KMPUNG MOKBIRAN

Boven Digoel, Infobanua.co.id – Kepala Kampung Mokbiran Distrik Kombut Kabupaten Boven Digoel Papua, diduga kuat telah menggelapkan dana pembangunan kampung sejak tahun 2018. Adapun besaran nilai uang tersebut adalah, Rp. 1.300.000.000 (1,3 M).

Yang mana, hal itu di sampaikan langsung oleh Sekretaris, Bendahara dan Kepala RT 01 Kampung Mokbiran kepada wartawan Infobanua.co.id, pada hari Sabtu 26 September 2020.

Kepala RT 01 Kampung Mokbiran, Adrianus awungba menjelaskan ada banyak paket pekerjaan yang telah di ambil oleh kepala kampung. Namun pekerjaan tersebut belum juga selesai hingga saat ini.

“Mirisnya lagi, semua paket pekerjaan yang ia ambil belum juga selesai hingga sekarang. Bahkan, tidak dikerjakan sama sekali”, jelasnya.

Ia pun kembali menjelaskan tentang paket-paket pekerjaan apa saja yang telah di ambil oleh kepala kampung. Yakni 3 buah pembangunan rumah warga kampung, 2 buah pembangunan menara air bersih, 1 buah pembangunan sekolah PAUD, serta pengadaan jaringan internet.

“Yang sangat parah, adalah pengadaan wifi, yang sama sekali tidak berjalan. Padahal itu sangat penting sekali bagi kami. Kalau untuk yang lainnya sih, kami beserta masyarakat mencoba untuk menyelesaikannya menggunakan dana sendiri”, tuturnya.

Ia juga mengatakan, bahwa dirinya dan masyarakat kampung bingung harus berbuat apa. Pasalnya, di saat mereka mencoba bertanya tentang pekerjaan yang belum selesai, sang kepala kampung balik mengancam akan mengenakan sanksi adat.

“Alasan kami mau dikenakan sanksi adat, karena ia menilai kami telah tidak sopan, yang selalu terus bertanya kepada dia tentang pekerjaan yang tidak selesai”, ucapnya lagi.

Kepala RT 01 Mokbiran juga mengatakan dan menduga, bahwa penggelapan dana tersebut tidak dilakukan sendiri oleh kepala kampung. Namun anak sang kepala kampung juga turut menggelapkannya.

“Karena ada dua paket pekerjaan yang diberikan oleh kepala kampung kepada anaknya. Namun, anaknya itu tidak pernah memulai pekerjaan itu sejak tahun 2018”, ucapnya lagi.

Beberapa hari yang lalu uang tahapan dua dana kampung telah cair, lanjutnya. Namun yang sangat pihaknya sesalkan adalah, sang kepala kampung kembali mengambil satu buah paket pekerjaan atas penerangan lampu jalan kampung yang bernilai Rp. 250.000.000.

“Kami sempat berdebat dan juga ribut di malam harinya saat rapat bersama”, imbuhnya.

Ia juga menjelaskan uang tahapan dua, sempat di tahan oleh Sekretaris Kampung Mokbiran. Karena sekretaris kampung mengetahui bahwa kepala kampung ingin kembali mengambil sebuah paket pekerjaan.

“Tapi ujung-ujungnya di kembalikan lagi oleh sekretaris kampung”, tuturnya.

Kekesalan yang sama di ungkapkan oleh Sekretaris Kampung Mokbiran, Konradus koromkin. Ia sangat menyayangkan, bahwa kepala kampung masih bersikeras untuk mendapatkan paket pekerjaan baru. Yang jika tidak di iyakan, maka pembagian dana kampung du tahapan dua tersebut tidak akan berlangsung.

“Tapi kita liat saja, jika tidak lagi ia kerjakan, maka kami semua kan melapor. Uang itukan, hak dan milik masyarakat. Bukan milik pribadinya”, tegasnya.

Saat di temui, Kepala Kampung Mokbiran Distrik Kombut Kabupaten Boven Digoel Papua, Yosimus Meyaru, memberikan jawaban yang tidak pasti. Serta jawab yang berbelit-belit. Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah lama tidak berada di kampung dan telah tinggal di kota Tanah Merah. Dimana kota Tanah Merah merupakan pusat kota dari Kabupaten Boven Digoel.

“Jadi saya tidak tau apa-apa dengan pekerjaan yang ada di kampung. Saya ada di sini”, tutupnya.

Sebagai informasi, pada setiap tahunnya Kampung Mokbiran mendapatkan dana pembangunan kampung dari pemerintah pusat sebesar Rp. 600.000.000. (Heb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *