Tiga Jembatan di Jalan Baru Kabupaten Banjar-Batulicin Digarap PUPR Kalsel

  • Whatsapp

MARTAPURA – Pembangunan jalan tembus Kabupaten Banjar ke Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), masih terus dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan.

Tahun ini menggarap 3 tiga jembatan di Jalan tembus Kabupaten Banjar-Tanbu tersebut, yaitu Jembatan Aranio di Desa Awang Bangkal Kecamatan Karang Intan, Jembatan Sungai Kusan II dan Jembatan Temuni yang keduanya di wilayah di Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu).

Ada 2 jembatan yang bentang tengahnya mencapai 60 meter atau panjang total 120 meter, yakni Aranio dan Sungai Kusan II.

“Pengerjaan Jembatan Aranio di minggu ke 16 ini, sebesar 20 persen,” kata Kabid Bina Marga di Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib, Senin (28/9/2020).

Saat ini para pekerja di lapangan sedang menunggu girder box baja. “Jika girder box baja datang, maka bisa sampai 50 persen langsung naik,” imbuhnya

Untuk tiang pancang sudah selesai di sisi sebelah Jalan Pangeran M Noor dan tinggal sisi seberang. “Itu sekitar 32 titik yang dipasang tiang pancangnya,” kata dia.

Lebar jembatan 9 meter. Dan baru ini, Dinas PUPR Kalsel menggarap jembatan dengan panjang 120 meter. Kalau biasanya, panjangnya hanya di bawah 40 meter.

Pengerjaan ketiga jembatan itu akan selesai di akhir tahun 2020. “Mudahan-mudahan selesai tepat waktu,” harap Yasin.

Adapun pagu anggaran yang dialokasikan untuk jembatan Aranio sebesar Rp 34 miliar, dengan kontrak Rp 32 miliar.

“Jembatan Temuini panjang 35 meter pagunya sekitar Rp 14 miliar dan Jembatan Kusan II sepanjang 120 meter sekitar Rp 24 miliar,” rinci dia

Diuraikannya, pekerjaan dilaksanakan 100 persen namun pembayaran dilakukan bertahap tahun 2020 dan 2021. “Masa kontrak rata-rata sampai sampai akhir tahun diharapkan selesai,” urainya.

Selain itu, di jalur jalan Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanbu ini juga diperlukan pengerjaan box culvert.

“Pada tahun ini dibangun 20 box culvert. Masih banyak keperluan box culvert-nya agar jalan tersebut bisa dilalui. Pelaksanaannya secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran,” imbuh Yasin.

Sementara itu, menurut seorang warga Kabupaten Banjar, Sahran, merasa senang dengan akses ini sebab waktu tempuh ke Batulicin menjadi lebih cepat.

“Jika biasanya 4 sampai 5 jam ke Batulicin, kalau lewat jalan ini katanya bisa 1 sampai 2 jam saja. Semoga cepat terwujud,” ucapnya.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *