Dampak Corona, Membuat PMI Blitar Menjerit

20 0

Blitar – Dampak pandemi Corona Virus Disease-19 atau covid-19, sejak akhir Maret 2020 menjadi hambatan besar bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Sebab para PMI harus bersabar menunda keberangkatannya hingga waktu yang tidak jelas. Dengan sendirinya situasi tersebut berpengaruh terhadap kondisi ekonomi mereka.

Kabupaten Blitar, merupakan salah satu penyumbang PMI terbesar. Setiap tahun, ribuan orang terdata mencari rekomendasi ke Dinas terkait untuk menjadi PMI.

Tapi situasi dan kondisi sekarang diperparah dengan tidak adanya bantuan dari pemerintah daerah. Pemkab Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja hanya mampu memberikan pelatihan-pelatihan saja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Haris Susianto, mengatakan bahwa, hasil rekapitulasi registrasi berdasarkan negara penempatan, terhitung mulai Januari 2020 sampai saat ini ada 688 orang PMI yang melakukan registrasi ID rekom dengan negara tujuan Hongkong, Kuwait, Malaysia, Polandia, Singapura, dan Taiwan.

Untuk penempatan negara Taiwan sudah dibuka per 17 September 2020. Namun hanya khusus jalur yang formal seperti yang bekerja diperusahaan, bukan pembantu rumah tangga dan lain-lain.

“Kalau sudah dibuka, berarti sudah boleh melakukan pengiriman. Tergantung masing-masing PT Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) terkait dengan koordinasi penempatannya. Karena setiap pemberangkatan tidak ada laporan ke Dinas, jadi kami tidak tahu sudah ada berapa PMI yang dikirim. Kami hanya melayani terkait rekom id,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Haris Susianto, Selasa 29-09-2020.

Disinggung soal nasib PMI yang tertunda keberangkatannya akibat covid-19, Haris mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Menurut dia, dalam kondisi ini semua pihak mengalami keluhan. Tidak hanya para PMI, melainkan juga perusahaan tujuan.

“Kami memang tidak ada program pemberian bantuan bagi calon PMI. Kami memfokuskan pekerja yang dirumahkan. Jadi kami akui memang bagi calon PMI yang tertunda belum terakomodir,” jlentrehnya.

Masih menurut Haris, pihaknya sudah menjalankan program berbasis audiensi, yang diperuntukkan bagi calon dan mantan PMI.

“Dengan tujuan untuk calon PMI bisa menambah sisi kompetensi. Sedangkan bagi mantan PMI bisa berwirausaha dari modal yang telah didapat dari negara penempatan,” pungkasnya. (Eko.B).

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com