Plt Kadinkes Kotabaru Ungkap Kasus Covid-19 Melonjak Sejak Dua Bulan Terakhir

Kotabaru- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Ernawati, mengakui tren penularan Virus Corona (Covid-19) mulai melonjak belakangan waktu terakhir.

Berdasarkan data yang dikantongi Dinkes Kotabaru, misalnya, Erna menyatakan per Kamis (01/9/2020), terjadi penambahan kasus positif sebanyak 3 orang. Sehingga total kasus akumulatif Corona di Bumi Saijaan mencapai 393 orang.

Bacaan Lainnya

Sebaran tempat pengidap Covid-19 sendiri cukup beragam. Di RSUD Pangeran Jaya Sumitra tercatat 18 orang, RS Stagen sebanyak 120 orang, karantina di Mako Lanal 4 orang, serta karantina mandiri 10 orang.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh sendiri sampai saat ini sudah mencapai 220 orang, serta meninggal dunia 14 orang.

“Kita akui sejak awal tahun virus Corona masuk Kotabaru peningkatan terjadi bulan Agustus dan September,” ujar Erna saat dialog bersama tim Kementerian Kesehatan RI.

Dalam kesempatan itu, ia juga menaruh harapan besar kepada pihak Kementerian Kesehatan RI agar bisa memberikan bantuan berupa alat PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk meminimalisasi penularan Covid-19 di Bumi Saijaan.

Diberitakan sebelumnya, Perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dr MH. Riki Iqbal, pun sampai mengunjungi kabupaten ini, pada Kamis (1/10). Bertempat di aula salah satu hotel, ia bersama pihak Pemkan Kotabaru melakukan dialog ihwal upaya penanggulangan Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Riki Ikbal meminta pemerintah setempat untuk giat menyosialisasikan protokol kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Protokol kesehatan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak agar terhindar dari paparan virus Corona.

Selain itu, Riki juga meminta pemkab agar melibatkan secara penuh figur publik masyarakat seperti tokoh adat dan tokoh agama agar masyarakat bisa cepat patuh terhadap pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kita akui memang masih banyak masyarakat yang tidak percaya adanya wabah Covid-19 ini, jadi harus melibatkan semua pihak dalam menyosialisasikannya,” ungkap dr. Riki.

Penulis : M Nicko Farizki

 

#IngatPesanIbu #satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun