Hebat!!! Kasubbag umum TVRI Kalteng bisa pecat Pegawainya

  • Whatsapp

Hebat!!! Kasubbag umum TVRI Kalteng bisa pecat Pegawainya.

Surat pemutusan hubungan kerja No. 302/ II.17.5/TVRI/2020 terhitung mulai 1 Oktober 2020 Margareta Febriyanti tidak bekerja lagi di TVRI Kalteng, Selasa (6 /10 )

Margareta sudah mengabdi di TVRI Kalteng selama 5 tahun diberhentikan sepihak tanpa mendapat peringatan ke 1,2 dan 3 apalagi pesangon atau tanda terimakasih.

Surat pemberhentian Margareta ditanda tangani langsung oleh kepala subbag umum Yudianto, SE ,NIP : 19640812 198303 1005 tertanggal 1 Oktober 2020.

“Saya bekerja di TVRI Kalteng ini sudah 5 tahun, Tanum 2020 saya tidak diberikan surat perjanjian kontrak dan selama saya bekerja tidak ada diikut sertakan BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS kesehatan”, kata Margareta.

Wakil ketua Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia Kalteng Roy Aripin mengatakan kalau memang pemberhentian Margareta oleh kasubbag umum agak janggal, yang saya tahu pengangkatan dan pemberhentian karyawan di lakukan oleh bagian SDM atau dibidang Kepegawaian.mungkin TVRI Kalteng punya management sendiri.

“Apa lagi perusahaan plat merah seharusnya sebagai contoh perusahaan yang ada di kalteng ini. kalau memang TVRI Kalteng ini terbukti mempekerjakan orang tanpa didaftarkan ke BPJS, TVRI Kalteng tidak mematuhi PP Nomor 84 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja” tegasnya.

Perusahaan atau badan usaha yang tidak melaksanakan kewajiban untuk mendaftarkan perusahaan dan seluruh karyawan dalam BPJS ketenagakerjaan akan mendapat sanksi administratif. Sanksi administratif tersebut dapat berupa:

  1. Teguran tertulis, yang dilakukan oleh pihak BPJS.
  2. Denda, yang dilakukan oleh pihak BPJS.
  3. Tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu, yang dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah berdasarkan permintaan pihak BPJS.

Sebelum berita di terbitkan dari awak media infobanua sdh konfirmasi melalui WhatsApp kasubbag TVRI Kalteng Yudianto dan tidak ada jawaban. (Dedi)

Surat pemutusan hubungan kerja No. 302/ II.17.5/TVRI/2020 terhitung mulai 1 Oktober 2020 Margareta Febriyanti tidak bekerja lagi di TVRI Kalteng, Selasa (6 /10 )

Margareta sudah mengabdi di TVRI Kalteng selama 5 tahun diberhentikan sepihak tanpa mendapat peringatan ke 1,2 dan 3 apalagi pesangon atau tanda terimakasih.

Surat pemberhentian Margareta ditanda tangani langsung oleh kepala subbag umum Yudianto, SE ,NIP : 19640812 198303 1005 tertanggal 1 Oktober 2020.

“Saya bekerja di TVRI Kalteng ini sudah 5 tahun, Tanum 2020 saya tidak diberikan surat perjanjian kontrak dan selama saya bekerja tidak ada diikut sertakan BPJS ketenaga kerjaan dan BPJS kesehatan”, kata Margareta.

Wakil ketua Badan Penelitian Aset Negara Lembaga Aliansi Indonesia Kalteng Roy Aripin mengatakan kalau memang pemberhentian Margareta oleh kasubbag umum agak janggal, yang saya tahu pengangkatan dan pemberhentian karyawan di lakukan oleh bagian SDM atau dibidang Kepegawaian.mungkin TVRI Kalteng punya management sendiri.

“Apa lagi perusahaan plat merah seharusnya sebagai contoh perusahaan yang ada di kalteng ini. kalau memang TVRI Kalteng ini terbukti mempekerjakan orang tanpa didaftarkan ke BPJS, TVRI Kalteng tidak mematuhi PP Nomor 84 Tahun 2013 tentang Perubahan Kesembilan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1993 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja” tegasnya.

Perusahaan atau badan usaha yang tidak melaksanakan kewajiban untuk mendaftarkan perusahaan dan seluruh karyawan dalam BPJS ketenagakerjaan akan mendapat sanksi administratif. Sanksi administratif tersebut dapat berupa:

  1. Teguran tertulis, yang dilakukan oleh pihak BPJS.
  2. Denda, yang dilakukan oleh pihak BPJS.
  3. Tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu, yang dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah berdasarkan permintaan pihak BPJS.

Sebelum berita di terbitkan dari awak media infobanua sdh konfirmasi melalui WhatsApp kasubbag TVRI Kalteng Yudianto dan tidak ada jawaban. (Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *