Buntut Kontrak Politik, Tiga Damang Datangi DAD Kotim

  • Whatsapp

Tiga damang adat memberikan laporan klarifikasi kepada DAD Kotim. (nal/brt).

Sampit,Infobanua.co.id – Diberikan waktu selama seminggu untuk klarifikasi 13 nama damang yang disebut sebut ikut kontrak politik dengan salah satu Paslon, hanya 3 damang yang bersedia memberikan klarifikasi melalui Dewan Adat Dayak Kotim.

Di tiga damang yang merasa dirugikan adalah dua di antaranya nama mereka dicatut kontrak politik damang Seranau, Dedi Irama dan damang Pulau Hanut, Siti Aisah. Mereka berdua mengadukan ke DAD Kotim, karena menurut mereka pencatutan nama damang yang ikut kontrak politik ini sangat merugikan mereka berdua.

Dari penjelasan damang Seranau, Dedi Irama dan damang Pulau Hanaut, Siti Aisah kepada infobanua Sampit, Jum,at (09-10-2020) di kantor DAD Kotim. Mereka tidak pernah hadir dalam soal kontrak politik dengan salah satu Paslon , apalagi ikut menandatangi kontrak.

“Kami berdua sudah melapor dengan ketua harian DAD Kotim, dan laporan kami juga sudah dipahami bahwa kami tidak terlibat soal kontrak politik itu.”Tegas Dedi Irama dan Siti Aisah di depan ketua harian DAD Kotim, Untung.

Di tempat yang sama juga Damang Adat, Kecamatan Cempaga Hulu, Pundu, Duwin walaupun dirinya ikut menandatangi kontrak politik dengan salah satu Paslon melalui suratnya yang ditujukan kepada ketua tim pemenangan mencabut dukungannya dan penandatangan kontrak politik.

“Saya sadar apa yang saya perbuat itu salah, saya mohon maaf kepada Bupati Kotim,masyarakat atas kekeliruan dan membuat ketidak nyamanan kepada masyarakat Kotim.”Jelas Duwin.

Duwin juga mengakui apa yang dia perbuat ikut menandatangi kontrak politik itu, telah melanggar ADRT yang mana disitu sudah jelas bahwa damang adat tidak boleh ikut berpolitik apalagi mendukung salah satu Paslon.

“Saya datang ke DAD Kotim ini, menyerahkan surat pernyataan pencabutan kontrak politik itu.”Ungkap Duwin penuh penyesalan.

Terkait pencatutan nama damang adat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, ketua harian DAD Kotim, Untung mengatakan sesuai waktu yang disepakat kemaren selama seminggu diberikan waktu klarifikasi.

“Sampai saat ini hanya tiga damang adat yang bersedia memberikan klarifikasi, yang lainnya belum ada lagi masalah pencemaran nama baik tidak menutup kemungkinan damang adat akan menuntut.”Jelas Untung

Penulis : Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *