Tolak Omnibuslaw Empat Pendemo Diamankan,Dewan Kecewa Disebut”Anjing”

  • Whatsapp

Aksi anti Omnibuslaw padati Jalan Sudirman depan kantor DPRD Kotim.(nal/brt).

Sampit,Infobanua.co.id – Tidak kurang dari 400 orang pendemo yang mengatasnakan anti Omnibuslaw mendatangi kantor DPRD Kotim, Senin (12-10-2020) mereka datang dengan berjalan kaki membawa spanduk berbagai tulisan  sejak pukul 13.00 Wib dibawah pengawasan dan pengawalan ketat oleh pihak aparat kepolisian.

Orasi mereka sampaikan melalui pengeras suara, yang mana sengaja mereka ditujukan kepada anggota dewan untuk menolak Omnibuslaw. Penolakan yang mereka sampaikan tersebut langsung ditanggapi oleh anggota dewan termasuk ketua DPRD Kotim, Rinie dengan pendekatan duduk bersama pendemo di depan kantor DPRD Kotim.

Namun sangat disayangkan setelah anggota dewan keluar termasuk ketua DPRD Kotim dari halaman kantor DPRD Kotim, belum berselang waktu lama ketua DPRD Kotim Rinie mendapat lemparan Aqua gelas dan mengenai badannya.

Mendapat perlakuan yang kurang mengenakan tersebut anggota dewan dan yang lainnya, oleh aparat diajurkan kembali masuk halaman kantor DPRD Kotim. Sebelum masuk halaman kantor DPRD Kotim, beberapa anggota dewan termasuk ketua DPRD Kotim, sempat mendengar di antara pendemo ada yang menyebutkan “Dewan Anjing”.

Mendapat sebutan demikian anggota dewan sangat kecewa kepada para pendemo yang dianggap diluar batas, padahal mereka menemui para pendemo ingin menyelesaikan bersama apa yang mereka anggap kurang pantas dari Omnibuslaw tersebut.

“Saya sendiri mendengar di antara pendemo, namun tidak melihat siapa orangnya menyebut anggota dewan anjing.”Ujar Rinie dan di iyakan oleh anggota dewan lainnya.

Dari pantauan Infobanua Sampit, diantara pendemo yang berorasi ada yang berteriak menyuruh pendemo lainnya untuk melepaskan maskernya. Padahal pemerintah menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu cuci tangan, jauhi kerumunan dan pakai masker, bahkan orasi ini diwarnai  ada yang melepaskan bajunya.

Memasuki untuk sholat magrib sekitar pukul 17.25 Wib pendemo masih bertahan di Jalan Sudirman depan kantor DPRD Kotim, Kapolres Kotim AKBP.Abdoel Harris Jakin,S.I.K M.Si di depan para pendemo meminta untuk segera mengubarkan diri, sebab sudah memasuki sholat Magrib.

Namun himbauan Kapolres Kotim tersebut belum  mendapatkan tanggapan serius, dan akhirnya Satuan Brimob langsung mengamankan 3 orang pendemo dan satu lagi menurut infomasi sempat lari dari lingkaran pendemo namun juga diamankan.

Dewan Adat Dayak Kotim menyayangkan, ada diantara pendemo dengan sengaja memakai Lawung pakaian pelengkap adat Dayak. Damang Ketapang terpilih Fitriansyah membenarkan ada orang dengan sengaja memakai Lawung adat Dayak tersebut, Fitriansyah mendekati menyuruh melepas Lawung dengan bahasa Dayak dan anehnya orang tersebut bingung tidak mengerti dengan bahasa Dayak.

“Benar pada saat demo saya ada melihat orang laki laki dan perempuan memakai Lawung, dengan bahasa dayak saya menyuruh melepas dan dia bingung tidak mengerti apa yang saya maksud.”Ujar Fitriansyah kepada infobanua Sampit.

Penulis : Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *