Tuntut Agar Ada Dokter Tetap di Puskesmas Tonra, Mahasiswa Dan Anggota Dewan Sempat Ricuh

  • Whatsapp

BONE – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Bone Selatan (HIMBOS ) mendatangi kantor DPRD Bone dengan tujuan untuk menyampaikan tuntutan aspirasinya terkait ketiadaannya Dokter tetap di Puskesmas kecamatan Tonra Kabupaten Bone , Kamis(15/10/2020)

Kedatangan mereka yang kurang lebih hanya 30 orang mahasiswa dengan membawa 3 tuntutan aspirasi diantaranya

1. Menuntut kepada Pemkab Bone untuk mengevaluasi kekosongan dokter tetap di Puskesmas Tonra.

2. Mendesak kepada DPRD dan Dinas Kesehatan serta Pemkab untuk melaksanakan penetapan dokter tetap di Puskesmas Tonra dan

3. Mendesak DPRD dan Pemkab Bone melaksanakan pengadaan Apoteker (Farmasi).puskesmas Tonra.

Ditengah dialog berlangsung tiba tiba terjadi ketegangan alias kericuhan antarao anggota DPRD dan Mahasiswa saling adu mulut dan tunjuk menunjuk dengan emosi yang tinggi bahkan salah satu anggota DPRD yang hadir memukul meja dua kali sambil membentak kearah
mahasiswa.

“Kami sudah menerimah aspirasi anda nanti pimpinan mendisposisikan ke komisi terkait lalu memanggil Dinas tersebut, jangan desak kami, anda sepertinya ingin mengatur kami”,ujar H. Syaifullah dengan nada emosi sambil meninggalkan para mahasiswa yang masih berkumpul

Salah satu pengurus HIMBOS bernama Irfan yang di dampingi ketuanya Muh. Yusup saat di temui menjelaskan bahwa tuntutan aspirasi yang mereka bawa ke DPRD tidak lepas keresahan keresahan yang terjadi di Puskesmas Tonra karena kekosongan dokter tetap yang sudah cukup lama kurang lebih tiga tahun

“Bayangkan kurang lebih tiga tahun Puskesmas Tonra tak punya dokter tetap ada apa, !! memang ada dokter, tetapi di rolling tentu harapan masyarakat tidak bisa terwujud kalau dokternya terus diroling belum lagi dokternya di tunjuk membawahi tiga kecamatan yaitu Salomekko, Tonra dan Mare, sedangkan soal kesehatan sangat prinsifil sifatnya makanya di butuhkan dokter tetap di sana untuk melanyani kebutuhan masyarakat “Jelas Irfan

Ditambahkan, merujuk UU Permenkes No. 7 tahun 2013 tentang pengangkatan dan penempatan dokter seharusnya Puskesman Tonra punya dokter tetap namun hingga hari ini tidak ada “ungkapnya

Ditanya soal adanya polemik yang terjadi, Irfan mengatakan cara anggota dewan menerima aksi kami, saya pribadi dan teman teman lainya sangat kecewa karena kami belum menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kami secara konfrensip atau secara umum justru mereka telah langsung memotong inilah yang memancing adanya polemik atau emosi tadi (Aida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *