Penyidik Polsek Lolowau, Selama 7,5 Jam Kembali Periksa Saksi Penganiayaan di Caritas Sogawunasi

  • Whatsapp

Nias Selatan, Infobanua.co.id – Penyidik Polsek Lolowau – Nias Selatan kembali periksa para saksi secara intensif atas peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan terhadap April Anugrah Halawa (24), warga Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, yang terjadi dihalaman rumah korban, diduga dilakukan FG oknum Kepala Desa (Kades) Caritas Sogawunasi bersama sejumlah teman-temannya pada 30 September 2020 lalu.

Penyidik Polsek Lolowau, yang kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi selama 7,5 jam kemarin (16/10), merupakan tindaklanjut dari pemeriksaan saksi sebelumnya.

“Sebagai penasehat hukum korban, saya mengapresiasi kinerja penyidik Kepolisian Resor Lolowau (Kanit Res) yang telah melaksanakan proses hukum dari tahap penyelidikan hingga tahap sidik pada hari ini, dengan harapan setelah ini, para pelaku dapat segera ditetapkan sebagai pelaku tindak pidana (tersangka) dan diamankan. Sehingga korban yang saat ini masih dalam kondisi trauma, dapat secepatnya terpulihkan dan mendapat ketenangan dan nyaman dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari sebagaimana biasanya” Demikian dikatakan Budieli Dawolo, S.H., penasehat hukum korban kepada wartawan, Jumat (16/10).

Dawolo menjelaskan, bahwa saat mendampingi korban dan saksi saat memberikan keterangannya dihadapan penyidik, keterangan para saksi maupun korban sangat sinkron. Para pelaku menganiaya korbannya tanpa perlawanan dan korban sekeluarga diancam rumahnya dibakar bahkan diancam dihabisi, ujar Dawolo.
“Tentunya, hal dimaksud tidak dapat dielakkan lagi oleh para pelaku, sebab sebuah video amatir yang berhasil diabadikan oleh warga saat itu, merupakan salah satu petunjuk bagi penegak hukum agar kasus ini mendapat kepastian hukum. Saya berharap agar masyarakat yang berang dan geram terhadap para pelaku terutama oknum Kades, dapat bersabar menunggu langkah selanjutnya dari kepolisian” ucapnya.

Sementara, April Anugrah Halawa yang akrab dipanggil Ama Josep itu, kepada wartawan mengemukakan, jika sejak peristiwa penganiayaan terjadi, hingga saat ini belum membuka kembali usaha perbengkelannya atau bahkan tidak berani bepergian keluar rumah tanpa ada yang menemani.
“Saya masih belum berani mengambil resiko untuk membuka kembali bengkel saya. Sebab, para pelaku penganiaya masih bebas berkeliaran. Bagaimana jika tiba-tiba mereka kembali menganiaya saya saat saya sedang menempel ban? Saya takut, para pelaku akan lebih nekat setelah saya melaporkan mereka ke Polisi. Untuk itu, saya mengharapkan polisi dapat secepatnya menolong saya dengan mengamankan para pelaku, agar saya dapat kembali mencari nafkah buat keluarga saya” kata Ama Josep kepada wartawan usai diambil keterangannya oleh penyidik, kemarin (16/10).

Ditempat yang sama, para saksi yang usai diambil keterangannya oleh penyidik mengakui jika, keterangan yang mereka berikan sesuai fakta peristiwa penganiayaan saat itu.
“Kami menyampaikan apa adanya kepada Polisi, sesuai dengan kejadian waktu itu. Dan kami didampingi langsung oleh penasehat hukum” ucap para saksi yang meminta nama-namanya tidak ditulis oleh wartawan. (Sudirman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *