Terimakasih, Jalan TMMD Reguler Brebes Dibangun Untuk Memuliakan Petani di Kalinusu

  • Whatsapp

BREBES, infobanua.co.id – Bagi Uripah (55), warga Dusun Glempang RT. 03 RW. 06, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang selama ini menggantungkan hidupnya dari pertanian, dirinya juga menyatakan terima kasih kepada Pemkab dan TNI, menyusul TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes telah menyelesaikan infrastruktur jalan yang memang didambakan puluhan tahun.

Menurutnya badan jalan sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar 4 hingga 6 meter dari Dusun Karanganyar menuju Dusun Kedung Kandri itu, telah memudahkan dan memurahkan pekerjaan petani dalam mengangkut pupuk saat musim tanam maupun membawa hasil panen.

“Kami sebagai petani sangat terbantu dengan bangunan jalan maha karya dari TMMD Kodim Brebes itu,” papar Uripah, Kamis (22/10/2020).

Sejak awal dirinya dan para petani di Kalinusu menyambut gembira dengan adanya pembangunan jalan di desanya melalui TMMD itu.

“Dulu para pemilik lahan harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mengangkut hasil panen dengan kuli pikul dan ongkosnya lumayan, yaitu Rp. 50 ribu tergantung jarak. Kini jalan sudah jadi sehingga para petani di Kalinusu bisa menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil untuk menangkutnya langsung,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Kalinusu, Wasid (44), juga menyatakan bahwa PR pengentasan keterisoliran 2 dusunnya berkurang satu, yaitu Dusun Kedung Kandri, berkat jalan TMMD itu.

Sebelum adanya jalan TMMD yang ditunjang sarana penguat jalan berupa talud di kanan kiri jalan, 3 unit plat duiker dan sebuah gorong-gorong itu, warga Dusun Kedung Kandri sebelumnya harus menyeberangi Kali Pemali dengan perahu untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Kecamatan Bantarkawung.

Untuk ongkos penyeberangan seribu rupiah untuk anak sekolah bolak-balik, Rp. 2 ribu per sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu untuk setiap satu sepeda motor.

Sementara untuk ke Kantor Balai Desa Kalinusu, setelah menyebrang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 13 kilometer lebih (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga endingnya sampai kantor desa. (HS/Dar/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *