Oknum PNS di Nias Barat Jadi Tersangka

  • Whatsapp

Gunungsitoli, Infobanua.co.id – ECG (33), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara dan seorang lainnya berinisial YG (42) warga Desa Togideu, Kecamatan Sirombu, ditetapkan Kepolisian Resor Nias sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.

ECG dilaporkan oleh Yudistina Harefa di Polres Nias pada bulan Januari 2020 lalu, karena merasa ditipu dan alami kerugian ratusan juta rupiah.

“Awalnya saya dijanjikan 2 paket pekerjaan (proyek) dari anggaran provinsi, diantaranya bernilai Rp 3,9 miliar dan Rp 3,4 miliar dengan lokasi pekerjaan; jalan Provinsi di Kecamatan Afulu, Nias Utara. Saat itu saya percaya dan yakin kepada ECG karena mengaku dibantu oleh oknum anggota dewan provinsi sumatera utara (tak disebut namanya) untuk mendapatkan proyek tersebut. Sehingga, ketika ECG meminta saya menyerahkan sejumlah uang untuk keperluan uang muka, pertama sekali saya berikan sebesar 100 juta rupiah pada bulan Agustus 2019 dan kedua kalinya pada bulan September 2019 sebesar 100 juta” ujar Yudistina kepada sejumlah wartawan di Gunungsitoli, (23/10).

Dijelaskan Yudistina, setelah uang muka diterima oleh ECG, hingga Oktober tahun 2019 dianya tidak mendapatkan tanda- tanda proyek dimaksud akan diberikan. Setelah Yudistina mendesak, ECG mengatakan proyek tersebut dibatalkan dari provinsi.

“Dua bulan setelah saya menyerahkan uang muka, ECG tidak memberikan kepastian proyek dijanjikan tersebut. Sehingga akhirnya, saya diberitahu oleh ECG jika proyek tersebut batal. Selain saya, ada juga yang lainnya ikut tertipu oleh ECG. Sehingga nilainya diperkirakan mencapai 700 jutaan. Dan saya dapat informasi, telah dilaporkan ke Polisi” bebernya.

Diberitahukan Yudistina kepada wartawan, bahwa atas laporannya tersebut, polisi telah menetapkan ECG dan YG sebagai tersangka.

“Sesuai surat pemberitahuan dari polisi kepada saya, ECG dan YG telah ditetapkan sebagai tersangka pada 8 April 2020 lalu, dan berkas perkara saat ini telah diterima Kejari Gunungsitoli” ucapnya.

Sementara Kajari Gunungsitoli melalui JPU Yudi Permana saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, berkas perkara tersangka ECG dan YG sedang mereka tangani. “Kami sudah panggil pelapor guna menanyakan beberapa hal. Penyidik juga sudah melengkapi petunjuk yang kami minta,” jelasnya.

Yudi juga mengatakan, JPU sedang menyampaikan berkas kepada Kajari untuk dilakukan penelitian sekaligus meminta pendapat.

Yudi Permana berpendapat, seyogyanya bisa ditempuh jalan perdamaian agar tidak memperlebar masalah. “Kita memberi saran, selanjutnya terserah mereka,” pungkas Yudi. (Yulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *