Persatuan Perawat Nasional Indonesia Beri Santunan dan Penghargaan Perawat yang Meninggal Akibat Covid-19

  • Whatsapp

BANJARMASIN – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kalsel memberikan bantuan kepada 1 orang perawat dari Kota Banjarmasin yang meninggal dunia karena terpapar covid-19.

“Melalui rapat pleno PPNI Kalsel, pengurus memberikan piagam penghargaan kepada perawat yang telah meninggal karena menangani pandemic covid-19. Selain piagam PPNI Kalsel memberikan uang duka sebesar Rp5 juta yang diberikan melalui ahli waris,” kata Ketua PPNI Kalsel Haris Fadilah, Sabtu (24/10/2020).

Kata Haris, para perawat yang ada di Kalsel yang tergabung dalam wadah PPNI Kalsel bekerja secara profesional sesuai profesinya sebagai perawat. “Perawat bekerja tanpa pamrih, sesuai pilihannya mengabdi sebagai perawat. Sehingga dalam bekerja secara professional dan mengedepankan rasa kemanusiaan,” katanya.

Menurut Haris, jumlah perawat yang ada di Kalsel sesuai data PPNI sebanyak 1 juta tenaga medis. Yang meninggal karena terpapar corona sebanyak 103 perawat. “Mereka gugur sebagai pejuang kemanusiaan karena berada di garda terdepan,” katanya.

Perawat merupakan salah satu profesi kesehatan yang mempunyai peran unik dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yaitu sebagai pemberi tindakan keperawatan. Sampai dengan tahun 2015, menurut Data Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,  jumlah perawat yang terdaftar mencapai 288.405 perawat.

“Oleh karena itu untuk mewujudkan keperawatan sebagai profesi yang mandiri sangat tergantung pada sejauh mana Organisasi Profesi keperawatan melaksanakan peran dan tanggung jawabnya sebagai suatu Organisasi Profesi. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan organisasi yang didirikan  untuk membantu para perawat agar mempunyai jiwa kompetensi yang professional dan rasa kebersamaan,” katanya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *