Pemkab Blitar Gelar Audensi Dengan Para Pelaku Usaha Terop, Sound, dan Wedding Organizer

  • Whatsapp

FOTO:
Sekretaris Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dalam hal ini Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, menggelar audiensi dengan para pelaku usaha terop, sound system, dan wedding organizer, di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, jalan Semeru, Kota Blitar, Sabtu 24-10-2020 pukul 19.00 WIB.

Pemkab Blitar, mendengarkan aspirasi pelaku usaha terop, sound system, dan wedding organizer, yang selama ini kegiatan ekonominya terganggu akibat dari dampak pandemi covid-19.

Acara ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

“Melalui audiensi ini, para paguyuban pelaku usaha terop, sound system, dan wedding organizer, ingin mendapatkan kejelasan terkait aktivitas ekonomi di masa pandemi civid-19 ini,” kata Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

Menurut Cholik, pada kesempatan ini, pihaknya menyampaikan bahwa kegiatan resepsi sudah dapat dilaksanakan oleh masyarakat, asal mengantongi rekomendasi dari Satgas Penanganan covid-19.

Demikian juga dengan kegiatan ekonomi pelaku usaha terop, sound system dan wedding organizer, juga sudah bisa dilaksanakan di tengah pandemi covid-19, dengan beberapa syarat. Utamanya tentu wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Harus ada permohonan rekomendasi dari yang punya gawe kepada Satgas covid-19. Yang punya gawe wajib mengantongi rekomendasi ini. Kemudian setelah rekomendasi turun bisa mengajukan izin keramaian kepada pihak yang berwenang,” jlentrehnya.

Selanjutnya Cholik menerangkan bahwa, dalam melaksanakan kegiatan yang mengundang orang banyak seperti resepsi pernikahan atau yang lainya, harus disepakati beberapa aturan yang telah ditetapkan oleh Satgas Penanganan covid-19.

Di antaranya untuk makanan tidak boleh prasmanan, makanan harus nasi kotak atau drive thru untuk langsung dibawa pulang.

“Bila semua ini dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab dan protokol kesehatannya dijaga, maka sudah pasti tidak akan dibubarkan oleh aparat. Dan rupanya aturan-aturan ini cepat dipahami oleh mereka. Karena kegiatan mereka adalah kegiatan yang tidak mengundang orang banyak seperti MC, elektone. Beda dengan kegiatan kesenian seperti jaranan, wayang kulit dan campursari yang mengundang orang banyak,” jelasnya.

Dari pelaku usaha terop, sound system dan wedding organizer, menanyakan aturan aktivitas berkesenian di masa pandemi covid-19.

Langsung ditanggapi Cholik, bahwa dalam waktu dekat Pemkab Blitar akan segera menyusun Standart Operational Procddure (SOP) untuk kegiatan kemasyarakatan yang mengundang orang banyak.

Dengan harapan, para pekerja seni bisa mencari nafkah dengan aman meski ditengah pandemi covid-19 dan aktivitas kesenian tidak memunculkan kluster baru.

“Nanti SOP akan dirumuskan dan diputuskan oleh Pak Pjs Bupati, selaku pimpinan. Insya Allah dalam waktu dekat kita segera punya SOP untuk kegiatan berkesenian di masa pandemi covid-19,” terangnya.

Tampak hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Kuspardani, dan Kepala Dinas Kominfo, Kabupaten Blitar, Eko Susanto. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *