Pencemaran Nama Baik, Perlukah Dipidana Atau Digugat

  • Whatsapp

Tebing Tinggi, infobanua.co.id – Akhir-akhir ini Banyak Pihak yang Alergi, dan Tidak Nyaman dengan pemberitaan Anti Korupsi, Penyalahgunaan Anggaran, Mafia Anggaran, hingga Dugaan Perbuatan Melawan Hukum. Ale-alenya Pihak yang Kebakaran Jenggot tersebut, membuat Laporan Pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dengan Delik, “Pencemaran Nama Baik”, sekalipun belum cukup bukti permulaan, dan mengerti apa, serta bagaimana pencemaran nama baik cukup untuk dijadikan perbuatan melawan hukum. Perikatan Intrik Pernyataan ini, sebahagian diungkapkan sebagai Resume Diskusi Kecil Ratama Saragih Walikota Non Budgeter LSM Lira, bersama Awak Media, Sabtu (24/10/2020).

Dalam Buku KUHPidana dijelaskan, Pencemaraan/Penistaan, dapat dibagi Dua Bagian Besar, yakni :
1) Pencemaran/Penistaan Lisan, sebagaimana diancam dalam Pasal 310, Ayat (1), KUHPidana yang unsur-unsurnya, dilakukan,
a) dengan sengaja,
b) menyerang kehormatan, atau nama baik orang lain, c) menuduh melakukan suatu perbuatan tertentu,
d) dengan maksud yang nyata supaya diketahui umum.

2) Pencemaran/Penistaan Tertulis, sebagaimana diancam dalam Pasal 310, Ayat (2), KUHPidana dengan unsur-unsurnya dilakukan oleh
a) semua unsur (objektif dan subjektif) dalam Ayat (1),
b) menuduh melakukan perbuatan dengan cara/melalui tulisan, atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan, dan/atau ditempelkan.

Presfektif uraian di atas, patut dicermati, bahwa pada Pencemaran Nama Baik, terdapat ada subyektif alasan peniadaan yang sifat perbuatan itu dinyatakan melawan hukum.

Pencemaran Nama Baik tidak bisa dipidana, apabila dilakukan demi kepentingan umum, atau karena terpaksa untuk membela diri.

Dua keadaan inilah yang menyebabkan terungkap Penggiat Antikorupsi. Menilik restorasi hasil kreasi informasi trasparansi, Awak Media berhak mendistribusikan, dan mentransmisikan Informasi Elektronik, meskipun isinya bersifat Penghinaan, Pencemaraan Nama Baik.

Lewat terhapusnya sifat melawan hukum, sama artinya Pelakunya berhak melakukan semata-mata untuk kepentingan umum, dan sangat perlu, isinya juga haruslah benar tidak boleh palsu.

Dalam Pasal 27, Ayat (3), serta Pasal 45, Ayat (1) Undang-undang Nomor 11, Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), tidak tertera memuat bentuk-bentuk Penghinaan, atau Pencemaran Nama Baik seperti KUHP, namun hanyalah memuat kualifikasi dari Tindak Pidana Penghinaan/Pencemaran Nama Baik, yakni dilakukan dengan cara “mendistribusikan dan/atau “mentransmisikan” dan/atau “membuat dapat diakses”, sayangnya dalam Undang-undang tersebut tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan “mendistribusikan dan/atau “mentransmisikan” dan/atau “membuat dapat diakses”.
Bahkan Mahkamah Konstitusi dalam Putusan MK, Nomor.2/PUU-VII/2009, Halaman 89 menjelaskan bahwa mendistribusikan yaitu menyebarluaskan melalui sarana/media elektronik ditujukan kepada orang-orang tertentu yang dikehendaki.

KUHPerdata juga mengatur ketentuan penghinaan yang dikelompokkan dalam buku ke ketiga tentang perikatan, secara umum diatur dalam BAB III, Pasal 1365 KUHPerdata. Ketentuan Penghinaan dalam KUHPerdata secara umum ditujukan untuk meminta ganti rugi berdasarkan Pasal 1373 KUHPerdata,
Pasal 310, Ayat (1), dan Ayat (2) tersebut menurut Pakar Hukum R.Soesilo dikatakan, bahwa Objek dari Penghinaan, Pencemaran Nama Baik haruslah Manusia Perseorangan, bukan Instansi Pemerintah. Pengurus suatu perkumpulan atau segolongan penduduk,
Penggiat Jejaring Ombudsman Sumatera Utara ini, dengan tegas mengatakan, “Sebelum Seseorang akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik, orang tersebut harus meyakini atau jika mungkin dapat memastikan kata atau kalimat yang dimaksud dalam pemberitaan benar ditujukan kepada orang tersebut (pelapor) yang merugikan kepentinganya.
Jika tuduhan Sipelapor tidak benar, dan atau tidak memenuhi unsur perbuatan melawan hukumnya, maka Sipelapor bisa dinyatakan melakukan fitnah, dan dapat dipidana, dengan Pidana Penjara Paling Lama Empat Tahun sebagaimana Diancam dalam Pasal 311, KUHPidana,” pungkasnya.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *