Untuk Layanan Yang Prima, Pemkab.Blitar Pastikan 22 Puskesmas Induk Telah Terakreditasi

  • Whatsapp
FOTO: Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, pada tahun 2020 ini memastikan bila 22 puskesmas induk di wilayahnya telah terakreditasi.

Sehingga dipastikan jika layanan puskesmas tersebut sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan.

“Tahun ini 100 porsen puskesmas di Kabupaten Blitar terakreditasi. Sehingga seluruh pelayanan sudah sesuai dengan standar serta manajemen di puskesmas juga dapat terlaksana seperti yang diharapkan oleh kementerian kesehatan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati, kepada awak media, Senin 26-10-2020.

Menurut Cristine, bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan akan memberikan sejumlah manfaat, diantaranya peningkatan mutu dan melahirkan sumberdaya manusia yang unggul.

Untuk itu, pemerintah daerah berusaha mendorong agar setiap puskesmas bisa terakreditasi.

“Sektor kesehatan mempunyai peranan penting bagi semuanya, terutama dalam hal meningkatkan kualitas maupun SDM. Untuk itu pelayanan kesehatan secara bertahap harus terus ditingkatkan, salah satunya melalui akreditasi puskesmas,” jlentrehnya.

Selanjutnya Cristine menjelaskan bahwa, dengan adanya status terakreditasi, pengelolaan puskesmas harus optimal, terutama dalam hal menciptakan kinerja yang bermutu.

Jika semua pelayanannya sesuai standart, maka fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayahnya semakin baik dan masyarakat semakin puas,” jelasnya.

Selanjutnya Cristine berharap, agar kedudukan akreditasi ini dapat dijadikan motivasi serta semangat baru bagi para petugas kesehatan terutama di puskesmas untuk selalu berbenah menuju yang lebih baik. Apabila layanan kesehatan bagus, pasti pasien yang berkunjung akan merasa nyaman dan lekas sembuh.

“Memang tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk menciptakan kualitas kinerja yang baik bagi petugas kesehatan melalui pembinaan, pelatihan dan tambahan pendidikan atau wawasan,” pungkasnya. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *