Warga Minta Kandang Ayam Dekat Pemukiman Agar Segera Di Pindah

  • Whatsapp

Kajen, infobanua.co.id – Puluhan warga Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi protes
di depan balai desa, menentang adanya usaha peternakan ayam yang berada di dekat pemukiman, Jum’at (23/10/2020).

Warga protes lantaran sudah tidak tahan lagi dengan serangan lalat dan bau menyengat dari aktifitas kandang ayam yang berisi ribuan ayam petelur.

Koordinator aksi, Taufik (30), mengatakan, puluhan warga yang tinggal di dekat kandang sudah lama menahan sabar meski tiap hari selalu diteror lalat dan bau kotoran ayam yang menyengat.

“Sudah dua tahun kami menahan sabar, namun karena tidak ada perubahan maupun itikad baik dari pemilik ke warga, akhirnya persoalan kami bawa ke balaidesa untuk bisa diselesaikan,” terangnya.

Taufik, melanjutkan, akibat dari serangan lalat dan bau kotoran ayam di kandang yang berjarak 100 meter dari pemukiman membuat warga khawatir terganggu kesehatanya.

Menurut Taufik, warga sebenarnya tidak melarang atau menolak adanya usaha peternakan ayam, namun tidak di dekat pemukiman.

Demikian juga soal ijin pembangunan kandang, warga serempak mengaku tidak dilibatkan dan dibangun begitu saja tanpa permisi.

“Warga berharap, pemilik secepatnya memindahkan usahanya jauh dari pemukiman,” tuturnya.

Adapun, Kades Wringinagung, Bambang Sugiat, yang berusaha menengahi aksi keberatan warga, membenarkan adanya keluhan berujung aksi protes dari peserta kepada pemilik usaha peternakan ayam.

“Sebagai Kades, saya hanya memberikan kesempatan bermusyawarah untuk mencari titik temu atau solusi agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” katanya.

Sementara itu, salah satu dari keluarga pemilik usaha peternakan ayam,yang tidak mau disebutkan namanya berinisial E
menyatakan, peserta demo bukan dari masyarakat umum melainkan dari warga yang masih satu ikatan keluarga.

Pihaknya masih berharap persoalan bisa diselesaikan dengan cara baik-baik karena sudah ada upaya untuk membenahi kandang ayam agar serangan lalat berkurang.

“Alhamdulillah, kini jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya. Meski demikian saya akui masih ada satu atau dua lalat tapi yang penting tidak seperti sebelumnya,”katanya kepada kami/info banoa

Ia, menjelaskan, obat untuk menanggulangi lalat dan bau menyengat sudah ditemukan dan cocok untuk digunakan.

“Sebelumnya kami kerap gonta- ganti obat untuk mencari yang cocok. Alhamdulillah bau sudah berkurang, meski demikian masih bisa dirasakan kalau ada angin yang beriup,” jelasnya.

Dalam mediasi berjalan kondusif didampingi babinsa dan anggota polsek Doro.
( Yanto/Agus E)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *