Cegah Stunting Kadis PMD Kalsel Sarankan Agar Tidak Menikah Di Usia Dini

  • Whatsapp

BANJARBARU, infobanua.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Prov. Kalsel mengingatkan keras bahwa pernikahan di usia dini adalah penyebab tingginya kenaikan angka stunting di Kalsel. Selasa (27/10).

Kepala Dinas pembedayaan masyarakat dan desa Prov. Kalsel Zulkifli. Menyarankan bahwa agar para anak-anak terutama di usia remaja agar menunda kemaun atau niat untuk menikah di usia muda kerna itu bisa merusak generasi yang selanjutnya.

Kurangnya Sosialisasi juga membuat hal itu bisa terjadi. Namun tetapi peran pemerintah Prov. Kalsel sendiri sudah berhasil mencegah kenaikan angka stunting yang kalau di hitung berdasarkan rangking nasonal dulu kita di peringkat 3 dari bawah sekarang naik menjadi rangking
ke 9 dari bawah.

Yang awalnya cuma 2 kabupaten, terus mencapai 4 kabupaten terakhir di 2018 sudah 10 kabupaten. Disampaikan oleh Zulkifli
“orang pendek belum tentu stunting tetapi kita harus bisa menilai intelektualnya bahwa secara menyeluruh manusia itu memiliki kualitas” ujarnya.

Untuk pencegahan pun disarankan oleh Zulkifli setalah 1000 hari kelahiran harus di penuhi dengan nutrisi dan perhantian, vitamin dari orang tua. Cetusnya

“Peran dari orang tua sendiri sangat lah penting maka dari itu jika sangat muda itu sangat di ragukan memang dari segi sexsualnya sudah terlihat matang akan tetapi dari segi pemikirannya itu belum bisa di nyatakan matang” Tegasnya.

Zulkifli sendiri berpasan kepada anak-anak terutama di wilayah Prov. Kalsel untuk menahan diri dulu seandainya ada tawaran perkawinan jika seandainya umur kita sendiri belum mencukupi harap di tunda dulu sampai dimana umur kita benar-benar matang baru melakukan pernikahan termasuk kemampuan ekonominya. Katanya

Harapan kedepannya jika stunting dapat di atasi tentu kualitas SDMnya di 25 tahun yang akan datang sudah sangat baik artinya orang-orang di kalsel sudah mampu bersaing dengan orang-orang di provinsi lain terutama dalam berkompetisi. Pungkasnya

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *