Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kutai Barat Kaltim Diduga Gunakan Jalan Negara

  • Whatsapp

Kutai Barat- Amat salah satu warga yang tinggal Kecamatan Betian Besar mengaku resah dan gelisah. Alasannya, warga ini menduga masih ada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menggunakan jalan negara untuk mengangkut hasil sawitnya.

“Kami menduga perusahaan kelapa sawit yang memakai jalan negara untuk membawa hasil kebunnya. Hal ini harus jadi perhatian aparat terkait dan DPRD Kutai Barat,” katanya Rabu (04/11/2020).

Kata Amat, jika terus dibiarkan truk-truk yang diduga milik perusahaan perkebunan kelapa sawit melewati jalan negara. Maka jalan bisa menjadi rusak, apalagi mendekati musim hujan. “Jalan menjadi rusak dan berkubang akibat lumpur bekas dilewati truk,” katanya.

Menurut Amat, beberapa tokoh masyarakat sudah melaporkan rusaknya jalan ke DPRD Kutai Barat dan Pemkab Kutai Barat. “Masyarakat sudah melapor tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” katanya.

Amat berkata, dirinya mendengar informasi bahwa di Kutai Barat ada 3 perusahaan besar yang mengelola perkebunan kelapa sawit. “Tiga perusahaan besar jika memang menggunakan jalan negera seharusnya diberi sanksi,” katanya.

Amat mengatakan, dirinya pernah membaca Peraturan Daerah Kaltim Nomor 10 tahunm 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kepala Sawit.

Yang diperkuat dengan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 43 tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batu Bara dan Kelapa Sawit, secara tegas menyatakan perusahaan tambang atau sawit yang melewati jalan negara atau provinsi yang merupakan fasilitas umum.

Tidak boleh melewati jalur tersebut secara langsung, akan tetapi harus menggunakan jalan terowongan atau underpass serta jembatan layang atau flyover, yang dibangun sendiri.

din

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *