Positif Covid -19 Klaster Pesantren Bertambah, Satgas Pemkab Cianjur Hentikan Belajar Mengajar di Pesantren

  • Whatsapp

Cianjur- Penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren bermunculan dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Cianjur seperti kasus terbaru yang terjadi di salah satu ponpes Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur.

Seperti diketahui sebanyak 14 santri di ponpes tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan test swab dengan gejala awal tidak bisa mencium bau (Anosmia).

Terjadi penambahan klaster pesantren tersebut menjadi perhatian khusus Pemkab serta satuan tugas percepatan penanganan Covid -19 kabupaten cianjur,

Untuk hal ini kita meminta kepada Tim Satgas ,camat,kepala desa untuk melakukan penanganan konkret dalam mencegah penyebaran Covid -19,

salah satu langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan yang sangat serius terhadap Pondok pesantren yang ada diwilayahnya,ucap Pjs Bupati Cianjur,H. Dudi Sudrajat Abdurrachim,pada saat mengunjungi ponpes Darul falah Cilaku Empang Desa Sukasari,kecamatan Cilaku,kabupaten Cianjur,Senin 23/11/2020,

Menurut Dudi, para pimpinan di wilayah mesti melakukan upaya preventif dalam pencegahan penyebaran Covid-19,serta tetap selalu berkoordinasi dengan Gugus tugas,

“Bila ada warga yang punya gejala klinis, misal hilang penciuman, sesak nafas, dan susah untuk makan, segera dilaporkan,” ujar dia.

Ia menegaskan, penanganan sejak dini merupakan langkah utama untuk mencegah pandemi Covid-19 menyebar semakin luas. “Dengan deteksi dini penyebaran virus corona bisa diantisipasi dengan cepat”. Tegasnya

Selain itu dalam dalam penanganan COVID-19 di pondok pesantren agar menjamin dua aspek. Keduanya kami minta, agar komprehensif dan keterpaduan dari seluruh stakeholder yang ada. Jangan di satu pihak saja, tapi juga melibatkan unsur pesantren,” kata Dudi, Dan yang terpenting tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang berlaku”,terang Dudi

Sementara itu Juru bicara Satuan Tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal , mengatakan terkait penambahan kasus positif pada klaster pesantren diwilayah kabupaten cianjur,Satgas akan meminta dan mendorong Forkopimda agar secepatnya mengeluarkan surat edaran,untuk menghentikan atau menutup kegiatan belajar mengajar sementara waktu sampai situasi dan kondisinya memungkinkan kembali untuk beraktivitas,ucap Yusman,

Yusman menjelaskan untuk klaster pesantren yang berada diwilayah kecamatan Cilaku santri yang terkonfirmasi positif diketahui dengan gejala awal tidak bisa mencium bau (Anosmia) atau hilangnya kemampuan penciuman,kata Yusman,

Covid ini memang bermacam macam gejalanya atau ada 1000 macam gejala,untuk Anosmia ini adalah gejala yang khas pada Covid -19 yang termasuk gejala yang paling parah dan perlu diwaspadai,karena penderita memang sama sekali tidak mencium sesuatu,jelasnya,

Oleh karena itu kita kemaren langsung mengambil tindakan cepat setelah mendapatkan laporan kalau ada santri dengan keluhan seperti itu,saat ini para santri yang terkonfirmasi positif tersebut masih menjalani isolasi mandiri di ponpes,dan yang kontak erat sudah kita lakukan test swab dan tinggal menunggu hasilnya, tutur Yusman,

Saat disinggung apakah para pasien positif tersebut cukup dengan melakukan isolasi mandiri di pesantren saja,Yusman menerangkan untuk sementara cukup dengan isolasi mandiri ditempat (ponpes),tapi tentunya tetap dengan pengawasan yang ketat baik dari pengurus ponpes dan juga Tim Satgas, terangnya,

Sebenarnya untuk klaster pesantren penanganannya masih bisa dibilang mudah,contohnya kita cukup menutup akses keluar masuk pesantren tersebut, kita kasih waktu 2 X 14 hari untuk mereka berada didalam,sambil diberikan obat dan vitamin untuk proses penyembuhan, dan menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan, ucap Yusman,

“Serta yang terpenting ada pengawasan yang ketat agar mereka tidak keluar masuk lingkungan pesantren”,tutupnya

Hasbi (Abie)

#satgascovid19#ingatpesanibu#pakaimasker#jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun#infobanua#dewanpers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *