Perusahaan Pengelola Asphalt Mixing dan Stone Crusher di Tuwuna-Nias Barat, Ilegal dan Resahkan Warga

  • Whatsapp
Foto saat wartawan datang dilokasi pengelolaan AMP dan Stone Crusher

Gunungsitoli, Infobanua.co.id – Perusahaan pengelola aspal panas atau Asphalt Mixing Plant (AMP) dan Stone Crusher milik PT. BATN diduga tidak memiliki izin operasional (ilegal) dan berdampak mengancam lingkungan.

Informasi dihimpun, perusahaan pengelola AMP dan Stone Crusher tersebut sangat meresahkan warga, karena berdampak mengancam kesehatan masyarakat setempat, terutama bagi warga yang bermukim dekat dengan lokasi perusahaan, tepatnya di dusun II Desa Tuwuna Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara.

Seorang warga setempat yang merasa sangat terganggu dengan mesin-mesin pengelolahan AMP dan Stone Crusher itu, saat ditemui wartawan di kediamannya di Desa Tuwuna dusun II, (21/11) mengeluhkan bisingnya mesin dan abu-abu yang berterbangan di dalam rumahnya.

“Saat mesin pengelolahan beroperasi, abu-abu hinggap didalam rumah saya dan suara mesin yang amat bising dan getaran membuat kami sekeluarga tidak nyaman lagi” ujar warga yang meminta namanya tidak disebut.

Dijelaskan warga, sejak Tahun 2019 lalu, mesin-mesin AMP dan Stone Crusher sudah berada dilokasi, sementara mesin-mesin tersebut mulai beroperasi sejak awal November 2020, kuat dugaan, BBM yang digunakan disuplai dari pihak ketiga dengan menggunakan drum.

Sementara, Direktur PT. BATN, Herman Waruwu kepada wartawan saat dikonfirmasi via whatsapp mengakui ada efek samping.

“Kita bersyukur ada investor mau bantu kita bangun jalan-jalan kita. Sedikit banyak ada efek samping, tapi sudah kita minimalisir” tulis Herman di whatsapp, (26/11). (Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *