BZT Warga Pasar IV Tembung Yang Dibacok, Polisi Belum Bergerak

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – BZT (47) seorang warga yang tinggal di Pasar IV Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Medan Sumatera Utara, dibacok oleh AS saat listrik padam sekira pukul 22.30 wib pada hari Senin 23 November 2020, tepatnya di teras rumah korban, dengan luka bacok di sekujur tubuh.

Diceritakan korban kepada wartawan via selular, (25/11). AS (pelaku) membacok BZT membabi buta.

“Sepulangnya saya dari kedai disimpang meteorologi kerumah kontrakan saya, usai saya mengganti pakaian dan keluar dari dalam rumah ke teras, tiba-tiba AS yang telah berada didepan rumah langsung membacok saya menggunakan sebilah parang ditangannya secara membabi buta. Sehingga saya mengalami luka berat dibagian lengan kiri, luka sayatan parang dibagian punggung dan jari jempol kanan saya luka parah saat berusaha menangkis parang yang hendak menebas leher saya” ujar BZT kepada wartawan.

Dijelaskan BZT, pelaku yang membacoknya adalah tetangganya sendiri.

“Rumah saya dengan rumah AS (pelaku) berjarak sekira 20 meter, yang menjadi pemicu permasalahan, mungkin karena saat kami sama-sama berada di kedai, tidak saling menyapa. Mungkin itu alasan AS membacok saya. Lagi pula, setahun lalu, saya pernah hendak dikeroyok juga oleh AS dkk di sebuah kedai, namun saat itu saya membuat perlawanan sehingga mereka mundur teratur” kata BZT.

Usai dibacok, BZT dilarikan kerumah sakit terdekat oleh keluarganya untuk mendapat perawatan medis. BZT mendapat puluhan jahitan pada luka akibat dibacok.

Atas peristiwa tersebut, salah seorang anak BZT membuat laporan polisi di Polsek Percut Sei Tuan-Medan, namun diakui anak BZT polisi belum bergerak mengamankan pelaku, bahkan polisi belum memberikan surat tanda terima laporan kepada korban/pelapor.

Sementara, wartawan yang menghubungi salah seorang anggota Polsek Percut Sei Tuan, Rido mengakui jika anak korban sudah datang melaporkan peristiwa pembacokan tersebut.

“Iya, kita akan minta korban datang ke Polsek hari ini (kemarin) untuk diambil keterangannya. Kalau bisa sekaligus saksinya kita periksa, jika saksi belum bisa datang, cukup korbannya saja dulu” kata Rido kepada wartawan, kemarin (26/11).

Hingga berita ini dipublikasikan, korban yang kembali dihubungi wartawan mengakui, jika dianya belum diperiksa dan mendapat surat tanda terima laporan dari Polsek Percut Sei Tuan.

Rido yang kembali dikonfirmasi wartawan via telepon, Jumat (27/11), beralasan sibuk, sedang ada urusan dengan Panitera. (Sudirman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *