Humas Kaltim dan Wartawan Safari Jurnalistik ke Rumah Adat Lamin Linggang Melapeh Kutai Barat

  • Whatsapp

Rombongan Humas Kaltim dan wartawan dalam safari jurnalistiknya mengunjungi keberadaan rumah adat Lamin di Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (12/11/2020).

Rumah adat Lamin yang memiliki kearifan lokal yang merupakan rumah adat suku Dayak di Kalimantan Timur. Rumah adat yang luas dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah. Panjangnya mencapai 300 meter dengan lebar 15 meter dan tinggi sekitar 3 meter. Tidak mengherankan jika rumah lamin disebut juga sebagai rumah panjang.

Rumah lamin yang memanjang menunjukkan bahwa suku Dayak memiliki tradisi kekeluargaan, sehingga rumah yang besar ini dapat dihuni oleh banyak keluarga. Simak penjelasan mengenai beberapa keunikan rumah adat Kalimantan Timur ini, seperti menggunakan kayu berkualitas khas Kalimantan, berbentuk rumah panggung, memiliki pengaturan ruangan yang fungsional, dan memiliki keindahan yang penuh warna.

Sedang mencari tempat alternatif liburan keluarga? Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur memiliki sejumlah objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah Kampung Linggang Melapeh.

Berwisata ke Linggang Melapeh sangat pas untuk wisata keluarga. Kampung wisata ini berlokasi di Kecamatan Linggang Bigung, berjarak 15 kilometer dari ibukota Sendawar, Kabupaten Kutai Barat.

Banyak hal yang dapat Anda dan keluarga lihat atau lakukan di Kampung Linggang Melapeh. Anda cukup menyambangi luuq Melapeh. Dalam bahasa masyarakt setempat, luuq berarti rumah adat atau yang biasa disebut dengan lamin).

Lamin merupakan rumah adat Suku Dayak khususnya dan suku Dayak pada umumnya. Lamin ini dinamakan Luuq Melapeh. Lamin ini berada tepat di tengah-tengah Kampung Linggang Melapeh.

Sebelum anda sampai ke Danau Acu dan Jantur Tabalas pasti akan melewati Lamin ini. Di lamin ini, Anda dapat menyaksikan pertunjukan tari-tarian tradisional Dayak Tunjung yang sangat eksotis dan penuh makna seperti tari Gantar dan tari Belian.

Di samping itu juga anda bisa langsung meningmati jajanan kuliner khas suku Dayak Tunjung, di lamin ini, serta belajar alat – alat musik tradisional, suku Dayak Tunjung.

Di dalam bangunan rumah panggung yang panjang dan sambung, yang terbuat dari sejenis kayu ulin atau kayu besi yang terkenal cukup kuat ini, juga dapat dilihat ukiran-ukiran etnik berupa gambar bermakna di dalam lamin ini.

Ornamen tersebut umumnya bermotif makhluk hidup seperti wajah manusia, kisah perburuan, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya.

Ornamen tersebut disebut dapat menjaga keluarga yang tinggal di rumah itu dari bahaya ilmu hitam yang kapan saja bisa menyerang. Masyarakat suku Dayak sendiri dikenal sebagai suku yang kuat dalam hal ilmu spiritualis dan kebatinan.

Adapun warna-warna khas yang digunakan pada rumah lamin antara lain adalah warna hitam dan kuning. Di sisi lain bangunan masyarakat baik itu tua muda saling duduk bersama di lantai, dan ada juga yang sibuk bermain musik dan tari – tarian khas suku dayak.

Lamin merupakan sombol orang dayak, yang terus secara turun menurun harus dipeliharaan. “Lamin ini merupakan ciri khas suku Dayak.

din

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *