KPU Cianjur Lakukan Pemungutan Suara Ulang Dua TPS Di Desa Bunisari.

  • Whatsapp

Cianjur, infobanua.co.id – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Cianjur 2020 di gelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.Minggu 13/12/2020.

Keputusan pemungutan suara Ulang tersebut di ambil KPU Cianjur menyusul adanya permasalahan di dua TPS tersebut yaitu karena Adanya Ketidaksesuaian Daftar Pemilih Tetap (DPT) Di Dua TPS Tersebut Sehingga Pada Saat Proses Rekapitulasi Di Tingkat Kecamatan Tidak Bisa Di Input Ke Sistem.

Pemberitahuan pelaksanaan PSU sebagaimana tertuang dalam isi surat yang ditanda tangani Ketua KPU Cianjur, Selly Nurdinah, tertanggal 12 Desember 2020.

Isi surat bernomor : 1290/PL.20.6-SD/3202/KPU-Kab/XII/2020 tersebut menyebutkan PSU digelar di TPS 11 dan 12 di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur pada Minggu (13/12/2020) mulai pukul 07.00 WIB.

Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Selly Nurdinah mengungkapkan kronologis dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Yakni berawal dari surat PPK Kecamatan Warungkondang yang memohon kajian terhadap rekomendasi Panwascam, bahwa pada saat rekapitulasi di tingkat kecamatan untuk penghitungan suara di TPS 12 terdapat data yang tidak sesuai dan dibaca oleh sistem merah.

“Kemudian ditelusuri, ternyata ada ketidaksesuaian DPT antara TPS 11 yang sebelumnya sudah dihitung dengan TPS 12. Panwascam mengajukan keberatan untuk menghentikan dulu rekapitulasi sambil berkoordinasi dengan Bawaslu,” kata Selly kepada wartawan saat memantau jalannya PSU di TPS 12 RT 05/ RW 08 Desa Bunisari, Warungkondang.

Setelah dibuatkan kronologisnya dan dikaji, KPU memutuskan PSU terhadap TPS 11 dan 12 agar bisa diketahui kebenaran dan akurasi datanya.lanjut Selly.

“Pemungutan suara harus berjalan atas prinsip kejujuran, kita ingin ketahui prosesnya seperti apa. Setelah di kaji ada pelanggaran Pasal 6 PKPU 18/2020, kaitan pemilih yang berhak untuk memilih adalah pemilih DPT yang ada didalam TPS bersangkutan,” jelas Selly

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Cianjur Hadi Dzikri Nur saat dikonfirmasi soal adanya temuan kecurangan di lapangan mengaku sampai saat ini pihaknya belum menemukan ada hal tersebut.

“Garis berasnya begini, jadi ada TPS11 dan 12. Warga sekitaran TPS 11 harus mencoblos di TPS 12, begitupun sebaliknya. Nah terhadap situasi ini KPPS ini bertukar data dpt dan surat suara yang ada,”jelas Hadi saat dihubungi.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *