Jaksa P-19 Berkas Perkara Tersangka Penganiaya April Anugrah Halawa

  • Whatsapp
Budieli Dawolo, S.H Penasehat Hukum Korban Penganiayaan April Anugrah Halawa.

Gunungsitoli, Infobanua.co.id – Jaksa mengembalikan berkas perkara penganiayaan April Anugrah Halawa dengan tersangka oknum Kades Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan dan seorang lainnya ke penyidik Polres Nias Selatan. Jaksa berpendapat berkas penyidikan belum lengkap.
“Dari hasil koordinasi saya kepada Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) kemarin (17/12). Pihaknya sebagai penuntut umum mengakui telah mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik Polres Nias Selatan beberapa waktu lalu, karena jaksa beranggapan berkas kedua tersangka belum lengkap” ujar Budieli Dawolo, S.H., Penasehat Hukum April Anugrah Halawa kepada wartawan di Gunungsitoli, Sabtu (18/12).

Dijelaskan Dawolo, alasan utama Jaksa mengembalikan berkas tersebut adalah karena kurangnya bukti, sehingga belum memenuhi syarat formal dan materiil, Jaksa juga telah memberikan petunjuk kepada penyidik kepolisian untuk melengkapi berkas perkara tersebut, kata Dawolo.

Sambung Dawolo, diakui Kasipidum Kejari Nias Selatan, bahwa pihaknya hingga kini belum menerima berkas perkara tersebut dari penyidik kepolisian.

Disinggung Dawolo kepada jaksa tentang penetapan 2 orang yang jadi tersangka dari 12 orang terlapor yang sebelumnya penyidik menyatakan bahwa menunggu pendapat jaksa untuk penetapan tersangka lainnya, Kasipidum berpendapat bahwa, penetapan tersangka menjadi kewenangan penuh penyidik kepolisian. Jaksa hanya sebagai penuntut, tidak berkewenangan menetapkan tersangka, kata Dawolo.

Sebelumnya, penyidik Polres Nias Selatan menetapkan FG dan FAG sebagai tersangka dalam insiden penganiayaan terhadap April Anugrah Halawa (korban) di halaman rumahnya, di Desa Caritas Sogawunasi Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada 30 September 2020. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat (1) Subs pasal 351 ayat (1) jo pasal 55 dari KUHPidana.

Menurut Dawolo, berkas perkara kedua tersangka penganiaya kliennya semestinya telah dapat dinyatakan lengkap oleh jaksa. Karena, dasar penetapan tersangka oleh kepolisian adalah telah ditemukannya 2 (dua) alat bukti yang cukup.

“Sesama penegak hukum, tentu kita diharuskan saling menghormati dan menghargai proses penegakkan hukum yang berkeadilan. Saya berharap nantinya, jika penyidik kepolisian melimpahkan kembali berkas perkara tersebut, setelah diteliti oleh jaksa dapat dinyatakan lengkap atau P-21. Sehingga secepatnya, dapat diuji kebenaran peristiwa penganiayaan terhadap klien saya dalam persidangan. Sebab, saya meyakini bahwa pelaku tidak hanya 2 orang sebagaimana telah ditetapkan oleh penyidik kepolisian” kata Dawolo.

Hingga berita ini dipublikasikan, penyidik (Kanit Res Polsek Lolowau) yang dihubungi via telepon, belum memberikan respon. (Arman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Duit mana duit, gada duit y ga bisa ketemu yg jdi tersangkanya, malah yg yg jdi tersangka ja, masih bingung siapa. Bahasa medan nya, macam mana kau wkwkwkwwkwk. Kerja ga becus, intinya penetapan tersangka masih di gantung, biar banyak peluang duinya masuk, jika comen saya viral, saya tanggung jawab.