Sat Lantas Polres Pekalongan Akan Tertibkan Odong-Odong Yang Masih Nekat Melintas Di Jalan Raya

Pekalongan, infobanua.co.id – Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan akan memberi peringatan tegas terhadap penarik dan pemilik odong-odong yang masih nekat melintas di jalan raya, hal itu disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Pipit Witianingsih, S.I.K., M.M., Rabu (23/12/2020)

AKP Pipit menyatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan melakukan tindak tilang kepada para penarik dan pemilik odong-odong. Namun, langkah yang dilakukan pihak kepolisian tidak membuahkan efek jera.

”Kami sudah melakukan sosialisasi mengenai bahaya naik odong-odong baik lewat poster, leaflet dan memasang spanduk. Apabila saat ini mereka masih beroperasi, akan kami lakukan penyisiran dan penindakan,” tegasnya.

Pihaknya juga akan menyebar poster, memasang spanduk, dan baliho untuk tidak merayakan malam Tahun Baru.

Ia menekankan pemilik dan penarik odong-odong tidak boleh mengoperasikan kendaraannya karena telah dimodifikasi dan tidak sesuai peruntukannya. Selain itu, tidak ada jaminan keamanan bagi warga yang naik odong-odong tersebut apabila terjadi kecelakaan.

Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, sebuah odong-odong mengalami kecelakaan terjun ke jurang di Dusun Sipule, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah usai pulang dari menghadiri acara hajatan pengantin di Pekalongan, Jumat (18/12/2020). Dalam kejadian tersebut tiga orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Lebih lanjut, AKP Pipit menerangkan, saat ini sanksi yang diterapkan untuk sopir ataupun pemilik odong-odong sejauh ini hanya pelanggaran lalu lintas. Hal itu disebabkan mereka memiliki dan menggunakan kendaraan bukan untuk peruntukannya. Pihak kepolisian menjatuhkan sanksi tilang dan penghentian operasi. Namun, ketika terjadi kecelakaan, pihaknya akan menindak secara pidana.

”Memang, kalau untuk penindakan, kita hanya sebatas tilang karena dia pelanggaran. Namun, kalau sudah ada korban, baru kita lakukan sanksi pidana,” tandasnya. (Agus E)*