Pandemi Covid-19 Kapan Berakhir

  • Whatsapp

Oleh Pribakti B *)

Situasi Covid-19 di dunia masih terus meningkat. Jumlah kasus di dunia sudah lebih dari 32 juta dan sekitar sejuta lebih orang meninggal. Data Indonesia sampai 31 Desember 2020 menunjukan 743.198  kasus positif Covid -19, sekitar 22.138 meninggal dunia dengan penambahan kasus perhari sekitar 7000-8000 orang, terbanyak di pulau Jawa. Dewasa ini dunia menerapkan protokol kesehatan sebagai modal utama mengerem perluasan pandemi, khususnya karena belum ada obat yang benar – benar ampuh dan juga vaksin masih ditunggu.

Memang ada berbagai penelitian yang melaporkan hasil yang baik dan obat-obat itulah yang kini dipakai di Rumah Sakit seluruh dunia untuk mengobati pasien. Untuk mendapatkan hasil yang lebih berdasar ilmiah jelas, World Health Organization (WHO) bahkan melakukan “Solidarity Trial” yang melibatkan puluhan negara (termasuk Indonesia ) untuk kemudian memberikan rekomendasi tentang obat penyakit ini.

Selain obat anti virus maka memang sedang diteliti juga berbagai cara pengobatan lain. Pemberian plasma konvalesens darah dari pasien yang sudah sembuh merupakan salah satu diantaranya, juga ada pemberian obat untuk mengatasi badai sitokin serta obat deksametason yang dilaporkan bermanfaat untuk mengatasi keadaan kritis pasien Covid-19. Untuk mereka yang ringan dan atau tanpa gejala maka memang tidak ada obat khusus yang perlu diberikan, walau vitamin tentu membantu.

Tentang vaksin, ini memang merupakan suatu yang amat ditunggu sekarang ini. Saat ini kandidat vaksin masih dalam  fase uji klinik, kita tunggu bagaimana nanti hasil uji klinik ini untuk menjelaskan apakah memang akan jadi vaksin yang aman dan bermanfaat mencegah penyakit. Kalau toh nanti vaksin akan benar-benar ada maka hrus disiapkan ( sejak sekarang) bagaimana mekanisme distribusinya yang akan jadi amat kompleks karena harus mencakup semua penduduk di seluruh pelosok negara . Ini pekerjaan amat besar yang harus dikelola amat profesional dan amat rinci pula. Lalu kapan pandemi Covid-19 berakhir?

Pertanyaan ini tentu amat sulit dijawab karena masih banyak variabel yang mungkin terjadi dan tidak/belum kita ketahui. Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama dalam bukunya “Covid-19 dalam tulisan  “ menyatakan bahwa ada 5 variabel yang harus dikuasai . Pertama , apakah memang akan ada gelombang kedua atau ketiga dan seterusnya , ataukah memang akan dalam bentuk satu gelombang besar atau membesar dari sekarang ini.

Kini ada negara yang masih dalam gelombang pertama yang masih terus menanjak kasusnya, dan ada juga yang tadinya kasus sudah menurun tapi lalu naik lagi sehingga mereka memasuki gelombang ke dua, serta ada pula negara- negara yang kasusnya sudah melandai dan bahkan menurun. Dalam hal ini tentu kita berharap dan perlu kerja keras – agar kurva epidemiologi Indonesia dapat tidak terlalu tajam lagi naiknya, kemudian melandai dan pada saatnya akan menurun pula , seperti sudah terjadi di beberapa negara tetangga kita di ASEAN.

Kedua  adalah bagaimana cepat, ampuh dan amannya obat dan atau vaksin ditemukan. Seperti diketahui bahwa obat dan vaksin masih alam status uji klinik yang tentu kita harapkan berhasil baik, tetapi tentu mungkin saja hasilnya tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan. Peran Indonesia dalam penelitian berbagai obat ( dan vaksin) ini jadi amat penting. Bukan hanya mengendalikan Covid-19 tapi juga untuk meningkatkan mutu ilmu pengetahuan kedokteran dan kesehatan kita.

Ketiga, kita juga harus antisipasi kemungkinan mutasi virus dan apa pengaruhnya pada pengobatan, berat ringanya penyakit serta dampaknya pada vaksin dan obat yang mudah-mudahan akan ditemukan. Laporan belakangan ini adanya mutasi virus penyebab Covid-19 ini juga sudah dilaporkan dibeberapa kota di Indonesia dengan berbagai kajiannya. Virus memang mungkin saja akan terus berubah dan tugas kita adalah bagaimana mengantisipasinya.

Keempat adalah bagaimana masyarakat dapat tetap mempertahankan protokol kesehatan dan tetap secara ketat dalam waktu mendatang. Bahkan mungkin setelah vaksin ditemukan tapi belum terdistribusi merata. Untuk ini bukan hanya perlu penyuluhan kesehatan secara masif, tapi juga upaya penerapan budaya sehat yang baru bagi rakyat kita.

Kelima , kita perlu antisipasi pula bagaimana beratnya dampak pandemi ini pada berbagai sektor kehidupan secara umum serta bagaimana daya tahan masyarakat dunia (dan Indonesia) dalam menghadapi hari-hari berat kehidupan ini. Penguasaan pada kelima variabel ini akan amat penting dalam bagaimana negara menerapkan program penanggulangan Covid-19 di masa kini dan di bulan-bulan ( atau mungkin juga tahun-tahun) mendatang.

Dalam hal Covid -19 ini maka memang berdampak pada ekonomi, sosial, serta berbagai aspek kehidupan lain harus diantisipasi. Dunia, negara, masyarakat dan kita semua memang menghadapi perubahan amat besar dalam beberapa bulan ini. Tentu dapat dimengerti kalau ada kebijakan yang kemudian menjaga agar ekonomi dapat berjalan, atau kehidupan sosial, atau kegiatan lain dalam hajat hidup orang banyak. Tetapi, seyogyanya aspek kesehatan ( artinya keselamatan publik) harus dijadikan acuan utama dalam penerapan kebijakan apapun yang dirasa perlu. Semoga pandemi Covid-19 dapat segera diatasi di muka bumi ini. Selamat Tahun Baru 2021!

*) Dokter RSUD Ulin Banjarmasin

 

#satgascovid19#ingatpesanibu#pakaimasker#jagajarak#jagajarakhindarikerumunan#cucitangan#cucitanganpakaisabun#infobanua#dewanpers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *