Puluhan Warga Desa Gadungan Tuntut Kompensasi Tower Seluler 10 Tahun Belum Diberikan

Warga menyegel tower seluler di lahan milik Sucipto, Selasa ( 12/1/2021), 43 warga menutut kejelasan kompensasi yang 10 tahun belum di berikan oleh pemilik lahan atau provider

Kediri, Infobanua.co.id – Puluhan warga RT 003 RW 001 Dusun Gadungan Barat pada Selasa siang (12/1/2021) mendatangi kantor Balai Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Puluhan warga tersebut bermaksud meminta bantuan kepada pemerintah desa ( pemdes) Gadungan untuk menyelesaikan permasalahan terkait kompensasi dengan pemilik lahan dan provider tower selulur.

Puluhan warga meminta mediasi terkait berdirinya tower yang selama 10 tahun sampai perpanjang kontrak lagi warga yang sampai saat ini belum ada kejelasan tentang kompensasi dari pihak pemilik lahan maupun provider.

Mei Adi Joko salah satu warga menjelaskan, bahwa keinginan warga agar kompensasi sebesar yaitu Rp 4 juta sebanyak 43 rumah bisa dipenuhi oleh pihak pemilik lahan dan provider. Kami meminta pihak pemerintah desa bisa membantu mediasi dengan pemilik lahan.

Kalau permintaan warga kita tidak penuhi kita bersikeras tower tidak boleh beroperasi. Kami meminta kepada pemilik lahan dan provider untuk memikirkan nasib warga juga.

“Kami juga sudah mengirim surat ke Bupati Kediri namun sampai saat ini belum ada jawaban, ” ungkap Mei Adi Joko.

Antok warga yang lain mengatakan, salah satu perwakilan warga mengatakan,” kami sudah berusaha bertemu dengan pemilik lahan Sucipto tapi tidak ada titik temu” Kata Antok.

“Kami merasa kecewa, karena Sucipto bilang belum diperpanjang, tapi pada saat melakukan pertemuan di Balai Desa beberapa lalu, ternyata sudah diperpanjang lagi. Hal ini yang membuat kami kecewa kepada Sucipto” Tutur Antok.

Puluhan warga Dusun Gadungan Barat diterima oleh Sekdes ( Sekretaris desa) Herry Cahyo untuk melakukan diskusi dan dialog menampung aspirasi di ruang rapat Balai Desa Gadungan.

Kades (Kepala Desa) Gadungan Suprayitno mengatakan, bahwa pihak pemerintah desa akan membantu memfasilitasi dengan cara mengirim surat resmi ke provider atau pemilik tower terkait dana kompensasi yang diinginkan warga.

“Pihak desa ingin kondisi warganya tidak sampai bergejolak dan persoalan yang terjadi saat ini bisa ada solusi dan jalan keluar yang terbaik bagi warga dan perusahaan pemilik tower, ” Jelas Suprayitno.

Lebihlanjut Suprayitno menjelaskan bahwa pihak Desa Gadungan tidak di beri laporan atau pemberitahuan tentang sudah di perpanjang lagi kontrak antara pemilik lahan dan provider.

Ditemui awak media dirumahnya Sucipto (53) selaku pemilik lahan mengatakan, ” kalau terkait kompensasi dengan warga, Saya terserah atasan, kalau pada awal kontrak kami sudah mengumpulkan warga, tapi kalau kontrak yang kedua tidak perlu mengumpulkan warga lagi. Cukup saya sebagai pemilik lahan yang tanda tangan” Kata Sucipto

“Kalau warga ingin kompensasi ya silahkan membuat proposal, nanti akan ada tali asih dari perusahaan pemilik tower, ” Imbuh Sucipto.

Sucipto sendiri membenarkan kalau dirinya sudah melakukan perpanjang kontrak dengan provider seharusnya berakhir bulan Oktober 2020. Namun, dari pihak perusahaan ( provider) awal pada bulan Maret 2020 sudah melakukan lebih awal perpanjangan kontrak lagi.

Saat ditanya nilai nominal sewa lahan untuk tower Sucipto enggan menyebutkan besaran.
(Cahyo)