Pemda Kab.Bone Akan Gelar Musrembang 2 Kali Begini Penjelasan Kepala Bappeda

  • Whatsapp

BONE, infobanua.co.id – Jelang pelaksanaan musrembang 2021, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bappeda Kabupaten Bone telah mempersiapkan banyak hal seperti Bintek baik perangkat daerah maupun kecamatan kemudian diteruskan tingkat desa dan kelurahan

Kepala Bappeda Kabupaten Bone Ade Fariq Ashar S.STP.M.Si mengatakan jika Musrenbang yang akan dilaksanakan nanti berbeda dengan musrembang tahun tahun sebelumnya karena sebelumnya hanya melakukan musrembang RKPD tahunan dan tingkat kecamatan
” Musrembang tahun ini berbeda ada 2 musrembang yang akan dilakukan musrembang perubahan RPJMD di bulan Januari dan Musrembang RKPD Tahunan” ujarnya

Ditambahkan , sesuai instruksi kementrian dalam negri untuk tidak menimbulkan klaster baru demi memaksimalkannya maka dilakukan secara virtual dan sebagian tatap muka” tambahnya

Ade Fariq juga jelaskan proses musrembang ini semua usulan usulan itu masuk di pemendagri atau SIPD karena sudah terintegrasi

Musrembang Perubahan RPJMD akan di mulai di bulan Januari kenapa., karena sifatnya mutandis mutandis artinya bisa dilakukan perubahan RPJMDes setelah RPJM dan RPJMD Provinsi disahkan baru disingkronisasi dilakukan perubahan RPJMD tingkat Kabupaten, bulan Pebruari musrembang RKPD tingkat kecamatan dan bulan Maret tingkat kabupaten

Kemudian di bulan Pebruari juga dilakukan musrembang SKPD tingkat Kecamatan sekaligus melakukan sinkronisasi , hamonisasi usulan kegiatan dengan aplikasi SPD. Dan semua usulan yang ada ditingkat desa dan kelurahan disingkrongkan dengan aplikasi SIPD (Sistim Informasi Pemerintah Daerah )dan ini bukan lagi rananya Pemda tetapi terintegrasi dengan kementrian dalam negri sekaligus di pantau KPK

Kemudian di bulan Pebruari musrembang tahunan, semua usulan usulan di infud dalam aplikasi sistem inport pemerintah daerah berdasarkan pemendagri no. 70 tahun 2019 dan langsung kepusat di sertai pagu anggaran melalui SIPD Perencanaan dan keuangan

Kepala Bappeda Kabupaten Bone berharap mudah mudahan tidak ada oposisi sehingga usulan-usulan masyarakat bisa terakomodir.(A.Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *