Kepala BPN Nias Diduga Lakukan Pembodohan Kepada Masyarakat

  • Whatsapp

Gunungsitoli, Infobanua.co.id – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias diduga kuat melakukan tindakan pembodohan kepada salah seorang warga Kota Gunungsitoli, terkait permohonan kepesertaan percepatan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) pada Tahun 2018 lalu, yang hingga kini sertifikat belum diterbitkan dengan berbagai alasan.

“Dua (2) Tahun lalu tepatnya pada bulan November 2018 saya sudah ajukan permohonan kepesertaan PTSL yang secara kolektif dikumpulkan melalui pemerintahan Desa dan telah diserahkan kepada BPN Nias oleh penyelenggara pemerintahan desa. Namun hingga saat ini, sertifikat tanah saya tidak kunjung terbit dan, bahkan berkas permohonan saya dikembalikan oleh pihak BPN Nias kepada Kepala Desa, padahal berkas telah saya lengkapi dengan mengisi seluruh formulir yang telah disediakan BPN” ujar Arman Zebua kepada wartawan di Gunungsitoli, Minggu (17/01).

Setelah dianya (Arman Zebua) melakukan koordinasi kepada Kepala BPN Nias, Kepala BPN merasa heran dan terkejut dengan tidak terprosesnya berkas permohonan tersebut. Sehingga Kepala BPN berjanji akan memprosesnya. “Kalau sama yang lain bisa terbit kenapa yang ini tidak?, semua masalah itu tidak ada yang tidak bisa selesai, diproses lagi kan ga ada masalah, ngapain dipulangkan berkasnya, cuma waktunya bertambah sedikit. Nanti saya bicarakan sama staf saya dan saya akan minta mereka menghubungi selanjutnya” demikian cuplikan pembicaraan antara Kepala BPN dan Arman Zebua (pemohon), saat bercerita kepada wartawan.

Namun, janji Kepala BPN tersebut hanyalah sebatas janji belaka. Kembali diceritakan Arman kepada wartawan, bahwa pada Hari Jumat lalu 15 Januari 2021, dianya kembali mendatangi kantor BPN untuk menemui Kepala BPN dengan didampingi beberapa wartawan, justru mengelak untuk ditemui dengan alasan disampaikan salah seorang penerima tamu kantor BPN Nias, kepala BPN sedang banyak pekerjaan atau sibuk, kata Arman.

Menurut Arman, Kepala BPN dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara negara tidak profesional dengan menutup diri dan tidak bisa mempertanggungjawabkan kata-katanya kepada masyarakat dan dianggap melakukan pembodohan. Sehingga Arman berharap kepada Kepala Wilayah BPN di Sumut, bila dianggap baik dan perlu harus dilakukan evaluasi terhadap kepala BPN Nias jajarannya, ujar Arman kesal. (sute -az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *