Bupati HSS Gelar Rapat Pembahasan Penggunaan Dana Desa

  • Whatsapp

BARABAI – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Drs H Achmad Fikry, didampingi Wakil Bupati HSS H Syamsuri Arsyad, menggelar Rapat Pembahasan Penggunaan Dana Desa untuk Penanganan Bencana.

Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten HSS, Susilo Adianto.

Pertemuan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui video conference dari Media Center Setdakab Kabupaten HSS, diikuti para Camar dan Kepala Desa, Senin (18/1/2021).

Bupati Achmad Fikry menyampaikan agar di tahun 2021 para Camat dan Kepala desa untuk tetap memprioritaskan penanganan Covid-19, kesehatan, ekonomi dan bantuan sosial jauh lebih baik lagi.

“Hari ini kita melakukan vidcon dengan Camat dan Kepala desa se Kabupaten HSS. Pertama, kami minta kepada Camat dan Kepala Desa untuk mempersiapkan kegiatan tahun 2021. Penanganan di 2021 tetap penanganan Covid-19, kesehatan, ekonomi dan bantuan sosial. Kedua, terkait bencana alam memang tidak bisa dihindari sehingga nanti kami bicarakan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Untuk masalah kebijakan, nanti kami minta untuk Covid-19 yang merupakan bencana non alam agar bisa dianggarkan untuk desa. Kami berharap saat ada bencana, desa bisa menangani pada kesempatan pertama. Jadi sekarang desa kita siapkan dana agar desa bisa melangkah lebih awal menangani masyarakat yang tedampak Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati mengingatkan agar para camat dan kepala desa menjadi pelopor bagi masyarakat dalam hal menaati protokol kesehatan Covid-19 dan terkait vaksinasinya.

“Seluruh camat dan kepala desa, apabila nanti vaksin sudah datang dan sudah gilirannya, maka harus siap untuk divaksin. Segala kegiatan kemasyarakatan harus dibatasi. Kami tentunya harus menjadi contoh pertama yang baik di masyarakat dengan selalu mengenakan masker dan mentaati protokol kesehatan,” katanya

Sementara itu, Wakil Bupati H Syamsuri Arsyad berpesan agar setiap aparat pemerintah desa memiliki data warga yang terdampak banjir setiap tahunnya.

Karena, menurutnya, banjir merupakan persoalan yang tiap tahun dihadapi.

“Setiap desa harus memiliki data setiap tahun untuk mendata rumah masyarakat yang terendam dan tidak terendam. Sehingga ketika terdampak bencana banjir, antisipasinyanya akan lebih mudah dan bantuan bisa fokus kepada yang lebih memerlukan terlebih dulu,” pinta Wakil Bupati.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *