Bupati Balangan Umumkan Status Tanggap Darurat

  • Whatsapp

PARINGIN – Kabupaten Balangan kini berstatus Tanggap Darurat, menyikapi kondisi bencana banjir yang terjadi di wilayah ini.

Bupati Balangan, Ansharuddin secara langsung menetapkan situasi bencana tersebut.

Ia mengumumkan status tanggap darurat pada Rakor bersama beberapa SKPD terkait dan Forkopimda, di ruang rapat Bupati Balangan, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, status tanggap darurat ditetapkan hingga tanggal 28 Januari mendatang. Adapun pada situasi ini, Pemkab Balangan bersinergi untuk mengarahkan bantuan.

“Pada situasi tanggap darurat ini kami fokus terhadap penanganan banjir di Balangan. Khususnya di Kecamatan Lampihong,” ucap Ansharuddin.

Selain itu juga penanganan pasca banjir pada Kecamatan Halong, Juai, Awayan dan Tebingtinggi.

Selain itu, saat ini ucap Ansharuddin, ia juga telah mendapatkan laporan tentang kerusakan yang terjadi di Balangan karena banjir tersebut.

Di antaranya bangunan atau rumah penduduk dan infrastruktur yang rusak.

Beberapa kerusakan terdata yakni jalan aspal yang retak, jembatan putus pada beberapa desa dan rumah warga yang sempat terendam.

Survei ulang juga akan dilakukan pada laporan yang didapat tersebut. Sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Pada infrastruktur yang rusak, Ansharuddin juga mengarahkan Dinas PUPR Kabupaten Balangan dalam penanganan.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga berperan untuk mendistribusikan beras kepada masyarakat terdampak. Begitu pula penanganan kesehatan yang akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

“Kami juga memberikan arahan kepada para SKPD agar segala penanganan atau bantuan bencana yang disalurkan cukup satu pintu. Terdiri dari Pemda, TNI, Polri dan Masyarakat yang sudah dibentuk menjadi tim penanganan bencana tersebut,” jelas Ansharuddin.

Sementara itu, tim BNPB yang dikerahkan ke Kabupaten Balangan juga siap untuk membantu.

Pada masa tanggap darurat ini ucap perwakilan BNPB di Balangan, Simon, pihaknya melaksanakan tiga kegiatan. Tentunya koordinasi dengan Pemda Balangan pun menjadi hal utama yang dilakukan.

“Pada masa tanggap darurat ini kami fokus pada pertolongan, penyelamatan dan evakuasi. Kami juga mengikuti arahan Pemda untuk giat selanjutnya,” ucap Simon.

Tak kalah penting, tugas utama pihaknya yakni pembetukan posko yang didirikan pada sejumlah lokasi penanganan bencana di Balangan.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *