Dinkes Kab.Blitar Siapkan Anggaran Rp.11 Miliar Untuk Pengadaan Logistik Pendukung Vaksinasi civid-19

  • Whatsapp
Jubir Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Krisna Yekti.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, mengajukan anggaran Rp.11 Miliar untuk pengadaan logistik pendukung vaksinasi Corona Virus Disease-2019 atau covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, melalui Jubir Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, mengatakan bahwa, untuk mendukung vaksinasi covid-19, pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp.11 Miliar.

“Kami mengajukan anggaran sebesar Rp.11 Miliar ke bagian Keuangan Pemkab Blitar,” kata Jubir Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Krisna Yekti, kepada awak media, melalui telpon selulernya, Sabtu 23-01-2021.

Menurut Krisna, bahwa jumlah warga di Kabupaten Blitar yang diajukan menerima vaksinasi covid-19, sebanyak 668.364 orang. Dengan rincian jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 4.644 orang, TNI (AD, AL dan AU) sebanyak 656 personel, Polri 721 personel, Satpol PP 70 personel, Petugas Terminal Bus 15 orang, Petugas Stasiun Kereta Api 84 orang, Petugas Damkar 25 orang, PLN 80 orang dan PDAM 120 orang.

“Mereka berada pada kelompok rentang usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun,” jlentrehnya.

Selanjutnya Krisna menerangkan bahwa, sebagian logistik untuk vaksinasi covid-19 telah disediakan dari Pemerintah Provinsi. Meski begitu untuk kebutuhan logistik pendukung lain, seperti apron atau alat pelindung diri, face shield dan alkohol swab, belum tercakup. Untuk itu Pemkab. Blitar perlu menyediakan sendiri.

“Untuk logistik yang tersedia sudah didistribusikan ke layanan kesehatan yang nanti melakukan vaksinasi. Yaitu Rumah Sakit dan Puskesmas,” ungkap Krisna.

Lebih dalam Krisna menjelaskan jika sementara sampai saat ini pihaknya belum mengetahui kapan vaksin covid-19 akan tiba di Kabupaten Blitar.

Diperkirakan pada awal bulan Pebruari 2021 ini. Tentang besar anggaran yang diusulkan, awalnya Rp.18 Miliar.

“Setelah di evaluasi, termasuk mengedepankan skala prioritas, akhirnya anggaran yang diajukan turun menjadi Rp.11 Miliar,”.pungkasnya.(Eko.B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *