Peminat Program KB Kota Blitar, Dimasa Pandemi covid-19 Justru Cukup Besar

  • Whatsapp
Kepala DP3AP2KB Pemkot Blitar, Sulistiani.

Blitar, Infobanua.co.id –Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pemerintah Kota Blitar, menginfomasikan jika jumlah peminat program Keluarga Berencana (KB) justru ditengah pandemi covid-19 ini cukup besar.

Kepala DP3AP2KB Pemkot Blitar, Sulistiani, megatakan bahwa, tahun 2020 silam tercatat peserta KB aktif sebabyak 14.856 orang. Karena timbulnya pandemi covid-19 di awal tahun itu, terpaksa kegiatan KB ditunda dan akan dilanjutkan tahun ini.

“Dari 14.856 orang peserta KB, terinci peserta KB IUD sejumlah 3.993 orang peserta, Medis Operasi Wanita (MOW) ada 1.071 orang peserta, Medis Operasi Pria (MOP) 553 orang, Implant 886 orang, Suntik 4.572 orang, Pil 2.504 orang dan Kondom 1.277 orang peserta,” kata Kepala DP3AP2KB Pemkot Blitar, Sulistiani, Jum’at 22-01-2021.

Menurut Sulistiani, bahwa sementara untuk target tahun 2021, pihaknya telah mematok peserta KB IUD sebanyak 890 peserta, MOW 30 peserta, MOP 20 peserta, Kondom 330, Implant 83 peserta, Suntik 720 peserta dan Pil 740 peserta. Sehingga jumlah keseluruhan menjadi 2.813 orang peserta.

“Kami ada MoU dengan Rumah Sakit Mardi Waluyo, untuk dilakukan operasi MOP, karena saat ini masih dalam pandemi covid-19, Rumah Sakit Mardi Waluyo belum bisa melakukan kegiatan ini. Sehingga, kami undur di tahun 2021. Dan peserta KB tahun 2020 kami beri tahu jika pelayanannya dilakukan tahun 2021 ini,” jlentrehnya.

Lebih lanjut Sulis menjelaskan bahwa, program KB dengan berbagai kanal tersebut, bisa diikuti oleh para keluarga di kota Blitar dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, sekaligus mempermudah keluarga dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan yang terancang secara terencana.

DP3AP2KB Pemkot Blitar, memfungsikan petugas lapangan KB untuk melakukan pendekatan kepada para keluarga yang mencakup pasangan usia subur, agar mau mengikuti KB, sesuai dengan selera peserta KB.

“Mereka akan menjelaskan kepada warga masyarakat, agar pasangan usia subur yang belum ber-KB, dijelaskannya apa manfaat ikut KB. Menstimulus peserta KB untuk Pria, bahkan Pak Wali memberikan reward berupa uang tunai Rp.1,6 juta,” ungkapnya.

Selanjutnya Sulis menerangkan bahwa, karena Pak Wali melihat programnya memang bagus, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari segala bidang.

Untuk itu kami menghimbau, agar warga masyarakat pasangan usia subur untuk segera ikut KB. Bagi yang sudah ikut jangan sampai lepas.

“Karena dengan ber-KB kita bisa merencanakan kehamilan dan kelahiran anak, dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *