Banyak Nakes Terpapar Corona, Dua Puskesmas Kab.Blitar Ditutup Sementara

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menghimbau kepada warga masyarakat, untuk mematuhi protokol kesehatan (protkes) dengan ketat, karena banyak Tenaga Kesehatan (Nakes) yang positif covif-19 dan penuhnya ruang isolasi pasien covif-19.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, melalui Juru Bicara (Jubir) Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Krisna Yekti, mengatakan bahwa, laporan terbaru, nakes yang terinfeksi covid-19 berasal dari Puskesmas Sutojayan.

Padahal, tempat ini juga menjadi Pelayanan Kesehatan (Yankes) penopang bagi pasien positif tanpa gejala. Dan pihaknya juga tidak dapat memastikan dari mana para Nakes di Puskesmas itu terpapar covid-19.

“Hasil tracing dan testing ada lima Nakes di Puskesmas Sutojayan yang terkonfirmasi covid-19. Namun mereka bukan yang bertugas di Rumah Isolasi (Ruso). Karena paparan bisa datang dari mana saja, bukan hanya karena satu lokasi dengan Rumah Isolasi,” kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Krisna Yekti, kepada awak media melalui telpon selulernya, Minggu 24-01-2021.

Menurut Krisna, bahwa mereka yang terkonfirmasi positif covid-19, justru Nakes yang bertugas di layanan pasien umum. Sehingga untuk memutus rantai penularannya, Satgas merekomendasikan Puskesmas Sutojayan di general cleaning selama lima hari.

“Sejak Jum’at 22 Januari 2021 kami mulai lakukan general cleaning. Dan mulai Senin 25 Januari sampai dengan Rabu 27 Januari 2021 layanan Puskesmas Sutojayan kami tutup sementara,” jlentrehnya.

Selanjutnya Krisna menerangkan bahwa, sebelum Puskesmas Sutojayan ditutup, Puskesmas Nglegok sudah menutup layanan kesehatannya lebih dahulu.

Karena ada 10 Nakes yang terkonfirmasi positif covid-19. Kemudian muncul kembali kluster Nakes di RSUD Srengat dan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang merupakan Rumah Sakit rujukan penanganan covid-19.

“Tidak hanya di Rumah Sakit milik Pemkab. Blitar saja, tapi di Rumah Sakit milik Pemkot Blitar juga beberapa Nakes warga Kabupaten dilaporkan terkonfirmasi positif covid-19,” ungkapnya.

Sementara penambahan ruang isolasi bagi pasien bergejala maupun tanpa gejala, seakan berbanding lurus dengan lonjakan jumlah kasus baru.

“Kondisi seperti ini memaksa setiap Desa/Kelurahan membuka kembali gedung isolasi. Dan Kampung tangguh diberdayakan kembali untuk menampung lonjakan kasus baru yang belum juga menunjukkan tanda turun. Data Sabtu 23 Januari 2021, jumlah pasien positif aktif di Kabupaten Blitar sebanyak 2.988 kasus.

“Saat ini warga masyarakat harus mau diajak tertib 5M. Kalau tidak, seperti sekarang yang terjadi. Kondisi Nakes, Yankes sudah banyak yang terpapar. Mohon semua bersabar dan mematuhi protkes yang ada,” pungkasnya. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *