Dua Minggu Jadi Buronan BKPH Blitar, Akhirnya Pencuri Kayu Ketangkap Juga

  • Whatsapp
Kayu Jati yang ditemukan petugas.

Blitar, Infobanua.co.id – Kedua pencuri kayu di Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kesamben, Purwono alias Sableng (47), dan Didik Priono alias Bogang (40), asal Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, yang dilakukan pada Sabtu 09 Januari 2021 yang lalu.

Karena kehabisan uang untuk makan dan pulsa untuk berkomunikasi, akhirnya dua buronan Polisi Hutan (Polhut) Blitar, terpaksa kembali ke rumahnya, dan langsung ditangkap petugas, Sabtu 23 Januari 2021.

Petugas pertama kali berhasil menangkap Bogang di rumahnya, kemudian disusul Sableng empat jam kemudan.

Sableng ditangkap di jembatan Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Wakil Adm Perhutani Blitar Ivan Cahyo, mengatakan bahwa, keduanya menjadi buron karena mencuri 21 batang kayu Jati, berdiameter masing-masing 106 centimeter di petak 80 A BKPH Kesamben.

“Mereka telah menebang delapan batang pohon Jati berusia rata-rata 29 tahun. Pohon-pohon itu digergaji dengan gergaji manual. Namun aksinya kepergok petugas ketika membawa pulang kayu curian di tengah jalan di hutan,” kata Wakil Adm Perhutani Blitar Ivan Cahyo, Minggu 24-01-2021.

Menurut Ivan, bahwa sejak kabur keduanya tidak pulang, karena petugas terus mengintai disekitar tempat tinggalnya.

Setelah mengetahui identitas pelaku dari Sepeda Motor yang diamankan. Meskipun Sepeda Motor pelaku protolan, namun banyak warga yang bisa mengenalinya karena sering dipakai pelaku.

“Selama kabur, petugas menunggu di sekitar rumahnya. Tanpa diperkirakan jika petugas mencarinya, pelaku Bogang terlihat pulang dan petugas langsung menangkapnya,” jlentrehnya.

Masih menurut Ivan, selanjutnya Bogang mengaku pulang karena kehabisan uang untuk bekal selama kabur. Termasuk uang untuk membeli pulsa untuk bisa berkomunikasi dengan keluarganya.

Begitu tertangkap, semula pelaku tidak mau menunjukkan keberadaan temannya, yaitu Sableng.

Namun petugas berhasil mendesaknya, akhirnya menunjukkan keberadaan temannya. Saat ditangkap, Sableng sepertinya sedang menunggu kedatangan Bogang yang berpamitan pulang untuk meminta bekal.

“Waktu ditangkap, Sableng sedang berada di atas jembatan Jugo, mereka tidak menyangka jika malam-malam yang datang adalah petugas. Sebab mereka mengira yang datang itu rombongan orang yang akan memancing,” ungkapnya.

Memang, di atas jembatan itu banyak orang yang memancing ikan di malam hari. Karenanya keberadaan Sableng yang mondar-mandir di jembatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang itu tidak dicurigai orang.

“Bahkan Bogang mengaku, selama jadi pelarian, mereka sering utang untuk makan di warung,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *