PTSL Akan Dibuka Pada Tahun 2021 di 21 Desa  di Dua Kecamatan

  • Whatsapp
Kepala Seksi (Kasi) Penataan Hak Pendaftaran (PHP) Anton (kanan)dan Atnan Kasi Sorvey Pemetaan (kiri), dijumpai dikator ATR/BPN Kabupaten Barsel,

Buntok, infobanua.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) atauu Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kakteng) akan membuka Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang dulu biasa disebut pemutihan untuk sertifikat sebidang tanah, atau untuk pembuatan sertifikat tanah, akan dibuka lagi untuk Tahun 2021 ini.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penataan Hak Pendaftaran (PHP) Anton dan Atnan Kasi Sorvey Pemetaan,  kepada wartawan saat dijumpai dikator ATR/BPN Kabupaten Barsel, pada Senin (25/1/2021).

Untuk Kecamatan yang mendapat PTSL di Kabupaten Barsel hanya dua Kecamatan yang mendapatakan kesempatan ini, Kecamatan Dusun Utara dan Dusun Selatan (Dusel). PTSL ini akan dibuka pada 21 Desa yang ada di dua Kecamatan tersebut.

“Untuk proses sertifikasinya itu, kita mendapatkan target cuma 5500 sertifikasi untuk Tahun 2021 ini,” ucap Atnan Kasi Sorvey Pemetaan kepada wartawan.

Atnan menambahkan, untuk Kecamatan Dusun Utara sendiri hampir semua Desa yang ada di sana akan mendapatkan kesempatan ini, sedangkan untuk Dusel cuma ada tiga Desa saja yang mendapatkannya.

Ditempat yang sama Anton juga menambahkan, Pada saat kita mengumpulkan data nantinya, kita pasti akan melakukan sosialisasi kepada warga Desa setempat, karena tahapannya seperti itu, karena untuk proses itu kita harus melaporkan dulu ke Kantor Wilayah (Kanwil) dan meng imputkan data SK lokasinya dimana saja.

“Dan memang untuk 2021 ini sesuai target yang dialokasikan ke Kantor Pertanahan Kabupaten Barsel sudah kita plot, Desa-Desa mana saja yang akan kita proses untuk mengikuti kegiatan program PTSL ini,” kata Anton

Lanjut Anton, sebagian besar fukosnya ke Kacamatan Dusun Utara sedangkan Untuk Dusel hanya sebagian, kenapa demikian karena dulu contohnya kita tetapkan Desa A ke Desa C semau kita aja, itu sekarang sudah gak diperbolehkan lagi, sekarang harus satu Kecamatan dulu sampai semua Desanya sudah punya sertifikat baru bisa pindah ke Kecamatan lain.

“Bahkan Desanyapun nanti bidang tanahnya akan diukur semua tanpa kecuali, jadi hasilnya nanti menjadi Desa lengkap,” pungkas Anton.

Ali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *