Dinkes Kab.Blitar Waspadai Kluster Ponpes, Dalam Zona Merah Penyebaran covid-19

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Meski Kabupaten Blitar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kasus covid-19 justru mengalami trend kenaikan.

Selain kasus positif covid-19 baru dari kluster keluarga, kasus baru juga didominasi oleh kluster Pondok Pesantren (Ponpes).

Data yang ada di Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, menyebutkan saat ini ada 60 santri yang menjalani isolasi di pesantren tangguh yang disiapkan khusus untuk santri positif covid-19. Dan jumlah tersebut belum termasuk santri positif yang menjalani isolasi mandiri dan dirawat di rumah sakit.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Taufiq, mengatakan bahwa, perkembangan covid-19 harus dipahami seluruh pihak di lingkungan Pondok Pesantren baik itu pengurus pondok, santri sampai wali santri.

“Selama pandemi covid-19, sebenarnya Pondok Pesantren di Kabupaten Blitar, sudah kami beri Surat Edaran untuk langkah antisipasi,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Taufiq, Rabu 27-01-2021.

Menurut Taufiq bahwa, Surat Edaran itu telah ditanggapi bermacam-macam oleh para pengelola pesantren. Ada pesantren yang tidak memperbolehkan santrinya pulang, ini justru kebijakan yang bagus.

“Namun juga ada santrinya boleh pulang, asalkan menjaga protokol kesehatan dengan ketet,”.jlentrehnya.

Masih menurut Taufiq, selain ponpes, pihaknya juga mengirimkan surat edaran kepada Madin dan TPQ. Langkah ini diambil untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Selain itu masing-masing Ponpes juga diminta memberi aturan yang ketat kepada para santri dan wali santrinya.

“Yang pulang, dan kembali ke ponpes harus diperiksa dengan Rapid atau Swab dulu. Namun karena banyaknya jumlah pesantren, dan mungkin ada satu atau dua yang terpapar sehingga muncul celah masuknya kasus covid-19 hingga menyebabkan munculnya kluster pondok pesantren,” ungkapnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, mengatakan bahwa, seluruh Puskesmas yang wilayahnya terdapat pondok pesantren, telah diinstruksikan untuk ikut memantau para santri.

Di samping itu pihaknya juga menghimbau kepada seluruh pengurus ponpes untuk berperan aktif dalam membentuk satgas internal di masing-masing pondok, untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di area ponpes.

“Kami instruksikan kepada seluruh Puskesmas yang di wilayahnya terdapat ponpes untuk memantau kondisi santri. Satgas internal ponpes akan bekerja sama dengan Puskesmas. Begitu ada yang bergejala langsung lapor ke petugas Puskesmas untuk segera ditindaklanjuti,” jelas Krisna. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *