Gabungan Aktivis LSM Kediri Gelar Demo Di Depan Kantor Bupati Kediri, Pertanyakan Transparansi Aset SLG

  • Whatsapp
Massa aktivis gabungan LSM mendatangi Kejaksaan Ngasem Kabupaten Kediri di jalan pamenang Desa Toyoresmi, ( 27/1/2021) untuk melaporkan dugaan penyelewengan Tipikor terkait aset di area SLG ( Simpang lima Gumul ) di Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Kediri, Infobanua.co.id – Massa dari gabungan aktivis LSM di Kediri pada Rabu pagi (27/1/2021), mendatangi kantor Pemkab Kediri untuk melakukan demonstrasi menuntut transparasi dan kejelasan serta kepastian hukum atas kepemilikan lahan diseluruh area SLG ( Simpang Lima Gumul) dari pihak Pemkab Kediri.

Massa mulai melakukan aksi didepan kantor Bupati Kediri di jalan Soekarno Hatta Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur di mulai jam 10.00 WIB.

Massa berorasi di depan kantor Bupati Pemkab Kediri tepat di depan pintu masuk gerbang sebelah timur.

Koirul Anam dari Aliansi Penegak Demokrasi Bhima Sakti dalam orasinya mengatakan bahwa pihak pejabat terkait ( BPKAD : Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah ) Menyebutkan hanya beberapa gedung, taman dan jalan jalan yang diakui bersertifikat, dan sebelum proyek SLG ada, sudah ada jalan desa, jalan kabupaten dan jalan provinsi.

” Yang mana yang sudah bersertifikat? Kita ketahui tanah SLG terdiri dari tanah penduduk dan tanah bengkok desa, terjadi tukar guling, dan realitanya sekarang, pejabat yang mengurusi itu, dikatakan tidak ada satupun lahan yang menjadi milik Pemkab Kediri? ” kata Koirul Anam penuh tanya.

Soerjanto dari LSM GMAS DPC Kediri dalam orasinya menyoroti tentang pembebasan lahan dari tanah milik warga yang di beli oleh Pemkab Kediri di area SLG.

” Berapa harga tanah yang sebenarnya, berapa harga tanah yang di beli oleh Pemkab Kediri ke warga pemilik tanah, itu menjadi titik temu terjadi dugaan korupsi di proyek SLG” kata Soerjanto ketua DPC LSM Gmas Kediri.

Dari perwakilan BPKAD menemui para demonstran, dan dalam pernyataanya perwakilan tersebut menjelaskan bahwa aset tanah, bangunan dan jalan di SLG terdiri 1) Monumen tercatat di Dinas Perkim ( Perumahan dan Pemukiman) 2) Aset bangunan Convention Hall tercatat di bagian umum Sekretariat Daerah Pemkab Kediri 3) Aset berupa taman dan fasilitas pendukung tercatat di Dinas Lingkungan Hidup 4) Aset tanah dan bangunan gedung Dinas Perhubungan tercatat di Dinas Perhubungan 5) Aset tanah yang digunakan oleh Polsek Ngasem , dan aset tanah yang digunakan oleh Bank Daerah disewa kepada Pemkab Kediri tercatat di neraca pemkab Kediri.

Tomy Ariwibowo dari IPK bertanya ke perwakilan BPKAD, untuk bangunan Alfa mart, Paradise Island ( kolam renang), dan lahan-lahan yang kosong di seputar SLG milik siapa?

Dan perwakilan BPKAD menjawab ,” kita juga sudah menyampaikan jawaban ini kepada kejaksaan Ngasem , bahwa selain yang kita sebutkan tadi adalah milik swasta, milik siapa kami tidak memahami dan mengetahui, dan semua aset tanah milik Pemkab Kediri semua sudah bersertifikat SHP, termasuk aset di bawah jalan , ini bagian dari transparansi terkait pengelolaan milik Pemkab Kediri” Pungkasnya.

Setelah itu, massa gabungan LSM bergeser ke kejaksaan Ngasem kabupaten Kediri di jalan pamenang desa Toyoresmi kecamatan Ngasem yang berjarak sekitar satu KM dari kantor Bupati Kediri.

Massa dengan perwakilan Khoirul Anam menyerahkan laporan dugaan penyelewengan ,yaitu aset kepemilikan pemkab Kediri di SLG yang diduga di miliki oleh pribadi ke pihak kejaksaan Ngasem kabupaten kediri dan diterima oleh kasi intelijen Roni SH.

Massa dari gabungan dari berbagai LSM, seperti Aliansi Penegak Demokrasi Bhima Sakti, IPK ( ikatan pemuda Kediri) , LSM GMAS (Generasi masyarakat adil sejahtera). (Cahyo Noor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *