Di Duga Gunakan Data Fiktif Kabid Cairkan Dana Upjj Hti Kedembak Merakai

  • Whatsapp

Sintang, Infobanua.co.id – Saat ini pemerintah kabupaten sintang lagi giat giatnya membangun daerah terpencil lewat program upjj dalam rangka membuka tempat tempat terisolir sehingga bisa di gunakan masyarakat dalam beraktivitas sehari hari baik mengunakan roda dua maupun roda empat.

Salah satu akses jalan desa yang di laksanakan oleh upjj yakni jalan HTI Kedembak merakai desa senangan kecil kecamatan ketugau tengah kabupaten sintang pada tahun 2020. namun apa yang menjadi harapan masyarakat untuk dapat mengunakan jalan tersebut belum bisa terujud.
Menurut salah satu warga senangan kecil bahwa dana pembuatan jalan tersebut cukup besar yakni 600 juta lebih dengan progres pekerjaan penimbunan dan pembuatan satu unit jembatan, yang seharusnya mulai di kerjakan bulan agustus 2020, namun sampai saat ini alat yang digunakan di lapangan hanya exzavator dan dam truck sementara gleder dan vibro belum ada dan seharusnya progres pekerjaan tersebut harus sudah selesai awal bulan 12 lalu ujar agus.

menurut informasi yang di dapat bawha dana untuk pembuatan jalan tersebut sudah di cairkan semua, kalau memang benar dana sudah di kuncurkan bearti data berupa foto dan dokumen lainnya adalah fiktit, dan lebih parahnya lagi kabid jalan desa sebagai penanggungjawab pekerjaan tersebut sekaligus merangkap menjadi kontraktor di mana di sinyalir CV yang di gunakan untuk pekerjaan jalan tersebut atas nama anak kabid.

Saat di konfermasi awak media di ruangan kantornya kabid bapak suryadi mengatakan progres pekerjaan belum rampung di akibatkan faktor alam di mana saat ini musim penguhujan jadi tidak mungkin kita datangkan gleder dan vibro ujarnya. Alasan tersebut tidak masuk akal sementara pekerjaan lain nya bisa selesai sesuai profres yang ada salah satunya adalah TMMD di desa Tirtakarya – Wirayuda kecamatan ketungau tengah yang kontraknya hampir bersamaan.

Kami selaku masyarakat sangat menyesalkan atas ulah kabid yang sekaligus sebagai kontraktor yang tidak bertanggungjawab dengan pekerjaannya tersebut, bagaimana proyek bisa berjalan sesuai dengan rap yang ada kalau kabid bidang saja sudah memberikan contoh yang tidak baik, kami sangat berharap pihak penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan serta insekpetorat bisa mengecek langsung ke lapangan hasil pekerjaan jalan tersebut sehingga negara tidak di rugikan oleh kontraktor yang tidak bertanggungjawab pungkas agus.

Jasmin selaku PPTK mengakui bahwa pekerjaan tersebut memang sangsut dan belum clear, dan pernah mengatakan ke awak media bahwa pembayaran atas pekerjaan jalan tersebut akan sesuai dengan progres di lapangan namun kenyataan tidak sesuai dengan janjinya.
Saat di cek kelapagan oleh awak media papan proyek juga tidak di pasang oleh kontraktor, bagaimana selaku kepala bidang saat mengerjakan proyek tidak genah,bisa memberikan contoh kepada para kontraktor..?? ( ysi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *