Petugas Penyuluh Lapangan di Banjarbaru Bersyukur Diangkat Jadi PPPK

  • Whatsapp

BANJARBARU – Petugas penyuluh pertanian (PPL) di Banjarbaru ini akhirnya memiliki status pasti soal pekerjaannya.
Walau bukan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti impiannya sejak jadi tenaga kontrak penyuluh, namun diangkatnya dia menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah menjadi obat yang mujarab.

“Walau tidak jadi ASN namun tetap disyukuri saja ya,” kata Sudarta salah satu PPL usai terima SK.

Sudarta mengaku dengan usianya yang sudah kepala lima melebihi batas usia jadi ASN usia 35 tahun maka tidak mungkin lagi diangkat. Sudarta beserta enam rekan lainnya resmi berubah status setelah menghadiri acara Pengambilan Sumpah Janji sekaligus Penyerahan SK Pengangkatan PPPK di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru Tahun 2020. Penyerahan SK dilakukan langsung Wali Kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru Kamis (28/1/2021) pagi.

Sudarta menambahkan sejak 2007 lalu dia sudah menjadi tenaga kontak sebagai penyuluh pertanian. “Dari yang dilantik ini saya yang terlama 14 tahun teman teman yang lain ada yang 13 tahun juga,” kata dia.

Penyuluh di Landasan Ulin ini pun mengaku beruntung sebab dibelakang masih ada 19 tenaga kontrak penyuluh pertanian se Kalsel yang statusnya masih tetap sama. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banjarbaru Dra Sri Lailana Pengambilan Sumpah Janji sekaligus Penyerahan SK Pengangkatan PPPK pertama kali di regional Kalimantan. “Banjarbaru mungkin yang pertama dilantik dan SK nya diserahkan,” kata dia.

Mengenai jumlahnya yang hanya 7 orang, Sri mengaku karena terkait dengan pembayaran gaji yang sebelumnya Kementrian Pertanian kini dari APBD kota. Ditanya soal perbedaan ASN dan PPPK, Sri menjelaskan fasilitas yang didapatkan beserta tunjangan PPPK setara dengan ASN. Namun yang membedakan dari kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut hanyalah jaminan pensiunnya. “PPPK tidak dapat uang pensiun,” ujar dia.

Sri menjelaskan PPPK ini hanya ada tiga yakni tenaga kesehatan, guru dan penyuluh pertanian. Mereka yang mendapat SK dan diangkat ini hasil dari seleksi 2019 lalu di SMK 1 Banjarbaru.

Terpisah Darmawan Jaya didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Drs H Said Abdullah MSi, PPPK dari Dinas DKP3 para penyuluh pertanian dari hasil seleksi tahun 2019 untuk regional Kalimantan mereka adalah angkatan pertama. “Mereka ini juga sebenarnya adalah orang sudah mengabdi sejak sekian lama ada yang sudah 12 tahun,13 tahun bahkan 14 tahun yang sebelumnya mereka adalah THL dari Kementrian Pertanian dan kemudian dilanjutkan dengan menjadi tenaga kontrak di Pemerintah Kota Banjarbaru yang bertugas sebagai penyuluh pertanian,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *