Semua RS Dijadikan Rujukan Pasien Covid-19 Disambut Baik Dinkes Banjarbaru

  • Whatsapp

BANJARBARU – Keinginan pemerintah Republik Indonesia agar seluruh rumah sakit (RS) membuka pelayanan untuk pasien Covid-19 berlaku juga bagi RS swasta belum ditanggapi mendalam Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru.

Kepala bidang Dinkes Banjarbaru Darhani mengaku setahunya belum ada info resmi yang dituangkan dalam kebijakan. “Mungkin dalam proses kali ya,” katanya.

Ditanya jika berlaku apakah Banjarbaru siap Darhani menjeLaskan biasanya dilakukan tahapan sosialisasi dulu dengan semua rumah sakit sesuai dengan isi kEbijakan nanti.

“Yang mana memenuhi syarat baik SDM,sarana dan seterusnya sesusi standar untuk keselamatan pasien, keluarga,masyarakat dan petugas,” sebut dia.

Sehingga untuk rumah sakit baik pemerintah maupun swasta tidak hanya asal di buka latanan tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha RSD Idaman Banjarbaru, M Firmansyah menambahkan pihaknya sejak pandemi Covid 19 lalu sudah menjadi rumah sakit rujukan Covid 19.

Mengenai ruangan untuk kasien Covid 18, Firmansyah mengaku di RSD Idaman ada 46 ruangan dan semuanya sudah terisi. “Semua sudah full,” kata Firmansyah yang tidak bisa terlalu banyak memberikan informasi karena masih dalam tahap isolasi mandiri.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir mengatakan, pihaknya mengizinkan semua rumah sakit (RS) membuka pelayanan untuk pasien Covid-19. Kebijakan ini pun berlaku bagi RS swasta.

“Pemerintah memberikan kesempatan atau mengizinkan semua RS di Indonesia termasuk RS swasta untuk memberikan layanan pasien Covid-19 asalkan mereka mengikuti SOP kita, tata laksana, juga mempunyai fasilitas,” ujar Kadir sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Kamis (28/1/2021).

Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah tercatat 1.600 RS yang telah melaksanakan layanan Covid19. Menurut Kadir, Kemenkes pun sudah meminta RS untuk menambah ketersediaan tempat tidur antara 30 sampai 40%.

Sebab, saat ini ada sejumlah RS di beberapa kota atau provinsi yang jumlah keterpakaian tempat tidurnya berada di posisi 80 persen. Misalnya, seperti yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Barat. rel/ida

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *