Peduli Lingkungan, GMNI Banjarbaru Tanam Seribu Bibit Pohon

  • Whatsapp

BANJARBARU  – Sebanyak 200 lebih bibit pohon ditanam di Kecamatan Lianganggang Banjarbaru Sabtu (30/1/2021) oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kota Banjarbaru.

Penanaman pohon dilakukan di RT 7 RW 3 kawasan LIK Lianganggang Landasan Ulin Selatan Banjarbaru. Berbagai jenis pohon ditanam dalam rangka HUT Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (PETJ).

Terang ketua Dewan Pimpinan Cabang GMNI Kota Banjarbaru, Husen Nafarin pada dasarnya total ada seribu bibit pohon yang ditanam nantinya.

Seribu bibit tersebut ditanam di lima kecamatan di Banjarbaru yakni Kecamatan Liang Anggang, Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Cempaka.

“Per kecamatan kita tanam sekitar 200 bibit pohon, dari bibit pohon palam, jambu biji, sirsak, kayu putih, mahoni dan sawo,” ujarnya.

Kegiatan penanaman terangnya akan berlanjut hingga 13 Februari 2021 nanti. Penanaman sendiri jelas Husen untuk menghijaukan Kota Banjarbaru dengan itu diharapkan dapat mengurangi musibah banjir yang terjadi di Kota Banjarbaru serta memberikan udara segar bagi masyarakat.

“Kemarin kita tahu Kota Banjarbaru tak luput dari musibah banjir, dan dengan adanya pohon ini menjadi salah satu cara untuk penyerapan air yang tergenang. Mungkin kita tidak dapat merasakan manfaatnya saat ini, tapi sepuluh tahun ke depan dari pohon yang ditanam ini kita semua akan merasakan dampaknya,” jelasnya.

Penanaman pohon bekerjasama dengan warga dan karang taruna sekitar misalnya untuk penanaman pohon di LIK Lianganggang bekerjasama dengan Karang Taruna Gempal.

Bibit yang sudah ditanam jelas Husen diserahkan ke warga dan karang taruna agar dapat dipantau perkembangannya dan dijaga hingga tumbuh besar.

Sementara wakil wali kota Banjarbaru terpilih periode 2021-2024, Wartono yang menghadapi acara mengaku mengapresiasi atas gerakan yang dilakukan GMNI Kota Banjarbaru.

Ia berharap bibit yang sudah ditanam dapat dirawat dan dijaga oleh warga sekitar. “Pohon ini dapat meresap air dan di Banjarbaru kita ketahui terjadi banjir bahkan di daerah tinggi juga banyak ditemukan banjir,” ujarnya.

rel/ida

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *